Menelisik Pilot Nyabu dan Keterlambatan Lion Air

Estimasi Baca :

Ilustrasi: Pilot pesawat terbang Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi: Pilot pesawat terbang Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Nama maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines ramai diperbincangkan publik dua hari terakhir, ketika salah seorang pilotnya, Maesa Soemargo tersandung kasus narkotik jenis sabu-sabu. Tercatat sebagai kapten pilot senior di maskapai tersebut, Maesa diciduk polisi di kamar T-more Hotel Kupang, pada Senin malam, 4 Desember 2017, sekitar pukul 21.20 WITA.

Manajemen Lion Air pun mengakui jika kasus Maesa menyebakan penerbangan pesawat Lion Air JT 924 rute Kupang-Jakarta pada Selasa, 5 Desember 2017 terganggu.

Keterlibatan pilot Lion Air dalam kasus penyalahgunaan narkoba mulai muncul sejak tahun 2011. Tercatat, sudah lima pilot tersandung kasus yang sama.

Baca: Konsumsi Sabu di Hotel, Pilot Lion Air Ditangkap

Di sisi lain, keluhan terhadap maskapai penerbangan Lion Air kerap muncul dari publik. Ini bukan karena penumpang memergoki pilot tengah asyik nyabu. Penyebabnya adalah soal keterlambatan keberangkatan. Kasus yang mencuat adalah ketika mengalami pesawat Lion Air delay selama 11 jam di Bandara Soekarno Hatta, Minggu 31 Juli 2016.

Hari itu lima penerbangan Lion Air mengalami keterlambatan penerbangan hingga menyebabkan ratusan penumpang di Bandara internasional Soekarno-Hatta meluapkan emosi.

Lima penerbangan torsebut yaitu JT 650 rute Cengkareng-Lombok, JT 630 rute Cengkareng-Bengkulu, JT 590 rute Cengkareng-Surabaya, JT 582 rute Cengkareng-Surabaya, dan JT 526 rute Cengkareng-Banjarmasin.

Menanggapi itu, Kementerian Perhubungan mengevaluasi delay sekaligus mengevaluasi kinerja maskapai. Dalam rapat tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan manajemen Lion Air membahas operasi di darat dan di udara yang berkaitan dengan slot, pengatur lalu lintas udara (ATC), tiket, daftar tunggu (waiting list), dan lain lain lebih kualitatif.

Kemudian disimpulkan jika penutupan landasan pacu Bandara lntemasional Juanda Surabaya karena adanya pekerjaan perbaikan (overlay) landasan pacu yang diduga menjadi salah satu penyebab keterlambatan.

Baca: Jika Terbukti Nyabu, Pilot Lion Air Akan Dipecat

Lion Air

Kasus overlay Mei 2016 paling mencolok. Sebanyak 277 penerbangan ditunda selama sebulan karena mendapat sanksi dari Kementerian Perhubungan. Kemenhub menjatuhkan sanksi pada Lion Air berupa pembekuan lima hari aktivitas penanganan darat atau ground handling menyusul kesalahan menurunkan penumpang dari Singapura di terminal domestik Bandara Sukarno-Hatta.

Psikolog forensik Reza Indragiri mengatakan ketika penerbangan ditunda, manajemen kerap meminta maaf dengan alasan teknis. Publik kerap diberikan alasan yang demikian untuk meredakan amarah.

Tapi berkaca dengan kasus pilot nyabu, kata Reza, bisa memunculkan tudingan publik jika sebenarnya masalah teknis itu adalah karena kondisi para pilotnya.

"Mungkin alasan teknis dimaksud adalah pilot yang butuh waktu lebih panjang sebelum siuman dari kondisi nyabu? Kalau itu kejadiannya, berarti bukan force majeure. Wajarlah jika maskapai kasih kompensasi gede ke penumpang," kata Reza saat dihubungi Kriminologi di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Baca: Tak Cuma Maesa, Ini Daftar Pilot Lion Air Tertangkap Nyabu

Lalu soal pilot nyabu, kata Reza bisa jadi karena lingkungan pergaulan pilot yang berpindah-pindah.

"Nyabu juga kerap dilakukan beramai-ramai. 'Pesta' dengan teman seprofesi menjadi pilihan bagi mereka yang kerap berpindah-pindah tempat dan tak punya kenalan baik di tempat tersebut," katanya.

Selain karena faktor lingkungan, kata Reza, efek positif sabu-sabu juga menjadi alasan kenapa pilot atau pramugari menggunakan barang terlarang itu.

"Di samping efek negatif, nyabu juga punya efek positif, yaitu memunculkan semangat meluap-luap. Mungkin efek semacam itu yang dicari oleh mereka yang bekerja sebagai pilot. Profesi yang boleh jadi membosankan dan melawan ritme biologis manusia," ujarnya.

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Menelisik Pilot Nyabu dan Keterlambatan Lion Air

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu