Bocah Korea korban penculikan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Menguak Modus Jahat Penculik Bocah Korea

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Nov 2017 18:37:08 WIB

Kriminologi.id - KH tak pernah sadar jika dirinya sedang diculik. Bocah laki-laki berusia 10 tahun yang menggunakan kacamata itu berangkat dari Korea Selatan menuju Indonesia karena diajak berlibur oleh penculiknya. Pelaku melakukan penculikan dengan modus mengajak liburan untuk meminta uang tebusan.

"Pada saat diamankan korban tak merasa dirinya dalam penculikan," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dengan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan di markas Polda Metro Jaya, Selasa, 2 November 2017.

Baca: Di Sini Apartemen Tempat Bocah Korea Ditemukan

Penculikan itu bermula pada 24 Oktober 2017. Saat itu penculik yang sudah saling kenal dengan orang tua korban, mengajak KH berlibur ke Bali dan Jakarta. Orang tua korban tak menaruh curiga dengan ajakan itu karena sudah mengenal pelaku. Pelaku juga turut mengajak anaknya dalam liburan itu untuk menghindari kecurigaan orang tua korban.

Dua pelaku penculikan bocah Korea

Sesampainya di Jakarta pelaku berusaha memutus jalur komunikasi korban dengan orang tuanya. Pelaku meminta korban untuk menyerahkan telepon selulernya dengan dalih agar bisa menikmati liburan. Selama liburan praktis korban tak sekalipun dibolehkan memegang ponsel. Setiap korban menanyakan ponselnya, pelaku selalu berdalih ponsel korban rusak dan tak bisa digunakan.

Sehari kemudian, pelaku menghubungi orang tua korban dan meminta uang tebusan apabila ingin anaknya dikembalikan. Pelaku meminta uang tebusan sembari melontarkan ancaman jika permintaan tak dituruti maka keselamatan korban dalam bahaya.

Baca: Bocah Korea Korban Penculikan Ditemukan di Apartemen

Orang tua korban kemudian memenuhi permintaan itu. Sejumlah uang dikirimkan ke rekening pelaku. Awalnya orang tua korban yang berada di Korea Selatan mentransfer 50 juta won pada 25 Oktober 2017. Kemudian pada 31 Oktober 2017, orang tua korban mengirim lagi 100 juta won. Total yang ditransfer ke pelaku jika dirupiahkan mencapai Rp 1,8 miliar.

Merasa anaknya diculik, orang tua korban kemudian melaporkan hal itu kepada kepolisian setempat. Selanjutnya, kepolisian Korea Selatan meneruskan laporan itu ke Kedutaan Besarnya di Jakarta. Oleh Kedutaan Besar Korea Selatan laporan itu diteruskan ke Polda Metro Jaya dalam bentuk permohonan bantuan pencarian orang hilang.

Infografik Modus Penculik Bocah Korea. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Atas laporan itu, Polda Metro Jaya berkordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan pengecekan data perlintasan orang asing dari Korea Selatan ke Indonesia. 

Berdasarkan data itu, kemudian tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengendus keberadaan pelaku bersama korban. Korban ditemukan di Hotel Fraser Residence kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Di tempat itu, polisi juga menangkap satu pelaku penculikan atas nama Baik Jong-won, usia 49 tahun.

Setelah menangkap Baik Jong-won, polisi bergerak melakukan penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta. Seorang pelaku lainnya atas nama Seo San-won ditangkap saat akan meninggalkan Jakarta untuk kembali ke Korea Selatan.

Baca: Penculik Bocah Korea Segera Dideportasi

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti yakni tiga buah paspor, sebuah ponsel merek Samsung warna hitam, dan uang tunai dalam bentuk rupiah Rp 7,1 juta, danuang dalam mata uang Korea Selatan 17 ribu won

Dua pelaku kini ditahan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Sementara korban telah diserahkan kepada pihak Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta. MAI | RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500