Ilustrasi pembobolan ATM, Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Modal Gergaji Pipa, Pasangan Kekasih Bobol ATM Gasak Rp 1,1 Juta

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Jul 2018 14:30:04 WIB

Kriminologi.id - Sepasang kekasih di Bali bernama Yonas Anggara (25) dan Yanti (19) dibekuk aparat Polsek Denpasar Barat. Keduanya digelandang karena melakukan pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan motif mengganjal mesin ATM. Lalu mencuri data korban dan mengeluarkan kartu ATM menggunakan gergaji pipa. 

“Kedua tersangka merupakan pasangan kekasih. Mereka ditangkap anggota saat beraksi di ATM Mandiri Arys Mikro Mart saat korbannya mengetahui aksi yang dilakukan kedua pelaku,” kata Kapolsek Denpasar Barat, Komisaris Polisi Adnan Pandibu, di Denpasar, Bali, pada Rabu, 4 Juli 2018.

Adnan mengatakan, sebelum membobol ATM Bank Mandiri, kedua pelaku ternyata lebih dulu membobol ATM BNI di areal SPBU Jalan Teuku Umar Denpasar, Bali, pada 1 Juli 2018 sekitar pukul 19.30 WITA. Dari aksi ini, kedua pelaku berhasil menggasak uang milik nasabah bernama Georgania Elisabeth sebesar Rp 1,1 juta setelah berpura-pura membantunya.

Diketahui, kedua pelaku membobol ATM BNI dengan motif yang sama yakni memasang benda kecil berupa plastik botol air mineral yang dipotong tipis-tipis. Tak hanya itu, pelaku juga memberi lem pada mesin ATM tersebut. 

Tak puas dengan uang hasil pembobolan Rp 1,1 juta, kedua pelaku kemudian kembali melancarkan aksinya di ATM Bank Mandiri. Namun, ketika itu korban Yuliana melihat gerak-gerik pelaku Yonas mencurigakan. Sebab, dia menawarkan bantuan kepadanya untuk mengeluarkan kartu ATM yang tersangkut. Sedangkan Yanti, pelaku lainnya memantau situasi dari luar.

Di saat korban panik, pelaku memanfaatkan korban dengan memintanya menelepon call center dari luar ruang mesin ATM. Di saat itulah, tanpa diketahui korban, Yonas mengeluarkan gergaji pipa kecil untuk mengambil kartu ATM korban yang tersangkut dan langsung mencuri data nasabah.

Tak lama kemudian, pelaku Yanti masuk ke dalam ruang ATM dengan berpura-pura sebagai nasabah lainnya yang akan menarik uang. Korban Yuliana saat itu juga masuk ke ATM hendak menemui pelaku Yonas Anggara. Kepada pelaku, korban menanyakan kartu ATM miliknya yang hilang ketika tersangkut di mesin ATM Bank Mandiri.

Menjawab pertanyaan korban, pelaku mengaku tidak mengetahuinya. Tak lama berselang, kedua pelaku Yonas dan Yanti melarikan diri untuk menghindari korban. Mengetahui ada yang janggal, korban lalu berteriak minta pertolongan. Warga yang melihat kejadian itu lalu melaporkannya kepada polisi.

Dari hasil penyelidikan polisi, Adnan mengatakan, kedua pelaku ditangkap pada 2 Juli 2018 tanpa perlawanan di rumahnya. Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 1,1 juta. 

"Pelaku datang ke Bali memang sudah berniat untuk melakukan aksi ini, dan akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke-4e jo Pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan," ujarnya.

KOMENTAR
500/500