Ilustrasi Penjara, Foto: Pixabay

Modus Anak Jokowi Nikah, Paspampres Palsu Penipu Pengusaha Tertangkap

Estimasi Baca:
Senin, 23 Okt 2017 13:02:52 WIB

Kriminologi.id - Edi Prasojo, pria berusia 39 tahun, dibekuk petugas Kepolisian Resor Kota Surakarta lantaran mengaku sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres dan melakukan penipuan kepada sejumlah pengusaha rumah makan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Kapolresta Surakarta Ajun Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo menuturkan pelaku menipu sejumlah pengusaha rumah makan di Solo dan sekitarnya di Restoran Andrawina Hotel Novotel Solo, pada 14 Oktober 2017, sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku ditangkap polisi di penginapan Wisma Berkah Tanah Abang Jakarta Pusat, Kamis, 19 Oktober 2017 beserta barang buktinya.

"Kami setelah mendapat laporan empat korban dan memeriksa rekaman CCTV yang dipasang di hotel itu, kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka," kata AKBP Ribut, Senin, 23 Oktober 2017.

Baca: Ratusan Lembar Uang Palsu Ditemukan di Bawah Pohon Cemara

Kapolres menambahkan Edi melakukan penipuan dengan cara memanfaatkan adanya kegiatan pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo, dengan mengaku seorang anggota Paspampres dengan nama Letkol Budi.

Pelaku kemudian menemui empat pengusaha rumah makan, dan menyatakan menunya cocok utuk kegiatan pengamanan pernikahan putri presiden. Pelaku menyuruh pemilik rumah makan kumpul di restoran di Hotel Novotel sambil membawa sampel makanan yang rencana dipesan.

Pelaku saat di restoran hotel meminta ponsel milik korban dengan alasan untuk dipasang alat GPS agar dapat dipantau setiap hari. Setelah handphone milik korban dikumpulkan, pelaku menyuruh pemilik rumah makan menunggu sebentar karena ponsel akan di pasang GPS.

Baca: Penyelundupan 5 Ribu Rokok Ilegal Dalam Pikap Gagal

Namun, para korban setelah menunggu lama ternyata pelaku tidak kembali dan kabur dengan membawa sembilan unit ponsel.

Dari penangkapan itu, polisi juga menemukan barang bukti dari tangan pelaku, antara lain dua lembar KTP atas nama Trimanto dan Triyana Ade Pamungkas, uang senilai Rp 3,6 juta, satu topi warna hitam bertuliskan Paspampres, 34 buah memory card, dan tujuh unit ponsel berbagai merek.

Dari keterangan pelaku, dia mengaku melakukan penipuan terhadap korban dengan cara akan memesan makanan kepada korbannya dengan harga Rp 20.000 per porsi dengan jumlah sebanyak 8.000 porsi per hari dengan alasan untuk keperluan pernikahan anak Jokowi.

Baca: Waspada, Uang Palsu Beredar di Pontianak

"Pelaku mengaku sudah melakukan penipuan sebanyak 16 pemilik rumah makan, dengan cara yang sama di sebuah hotel. Dan, pelaku selama satu tahun ini, sudah melakukan empat kali, di Hotel Aston, Novotel, dan Swiss Belhotel International dua kali," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP, tentang tindak pidana penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. AN

Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Bobby Chandra
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500