Modus Beli Pakai Giro, Badriah Tipu Pedagang Kain Rp 1,5 Miliar

Estimasi Baca :

Ilustrasi penggelapan uang miliaran rupiah oleh pegawai PT Pos Indonesia, Ilustrasi: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi penggelapan uang miliaran rupiah. Ilustrasi: Pixabay

Kriminologi.id - Lailatul Badriah, terdakwa kasus penipuan transaksi jual-beli kain pakaian menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, pada Senin, 21 Mei 2018. Wanita berusia 27 tahun itu diketahui menipu koleganya bernama Juzier hingga mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. 

Dalam sidang yang dimpin Ketua Majelis Hakim, Estar Oktavi, Jaksa Penuntut Umum, I Made Lovi Pusnawan, menilai perbuatan terdakwa Badriah yang melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan telah mengakibatkan orang lain mengalami kerugian hingga mencapai miliaran rupiah.

"Terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 dan 379 huruf a KUHP," kata Estar di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

Dalam dakwaan terungkap, aksi penipuan yang dilakukan terdakwa ternyata terjadi sejak dua tahun lau atau tepatnya pada rentang Januari hingga September 2016. Kala itu, terdakwa mendatangi toko Saify dan bertemu dengan korban Juzer.

Kepada korban, terdakwa mengatakan ingin membeli kain dalam partai besar. Pembelian kain tersebut akan dibayar menggunakan billyet giro. Saat itu, terdakwa memastikan bahwa billyet giro miliknya terdapat dana dan bisa dicairkan. 
Korban yang percaya dengan terdakwa kemudian menyerahkan sejumlah kain yang dipesan dan pada 24 April 2016. Selanjutnya, terdakwa menerima kain dari korban sebanyak 540 potong seharga Rp 72 juta.

Selanjutnya, pada 28 Juli 2016, terdakwa kembali mendatangi korban dengan maksud yang sama untuk membeli kain dan membayar dengan menggunakan billyet giro dan korban kembali memberikan sejumlah kain yang diminta terdakwa.

Pengambilan yang berlangsung beberapa kali itu, terdakwa akhirnya memberikan dua lembar billyet giro kepada korban pada 30 Juli 2016. Belum sempat korban mencairkan billyet giro, terdakwa kembali datang untuk membeli kain dan menjanjikan pembayaran dengan menggunakan billyet giro.

Korban yang yang percaya dengan terdakwa langsung membawa lima billyet giro yang telah jatuh tempo pencairan itu ke bank. Namun saat tiba di bank hendak mencairkan giro tersebut ternyata tidak bisa karena saldo tidak mencukupi.

Merasa ditipu terdakwa, korban langsung melaporkan kejadian teersebut kepada polisi. Saat ditangkap petugas, terdakwa mengaku kain yang diambil dari toko korban dijual kembali kepada orang lain dan uang hasil penjualannya dipakai terdakwa untuk kepentingan pribadinya.

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Modus Beli Pakai Giro, Badriah Tipu Pedagang Kain Rp 1,5 Miliar

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu