Ilustrasi Facebook, Foto: Istimewa

Modus Cari Korban di Facebook, 6 Napi di Lapas Raup 80 Juta

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Okt 2017 14:25:06 WIB

Kriminologi.id - Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya menangkap enam penipu melalui akun media sosial Facebook dan WhatsApp. Aksinya dikendalikan dari dalam Lapas Klas I, Lowok Waru, Malang, Jawa Timur.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan mengatakan, para pelaku mencari korban di Facebook dengan modus menggantikan foto profil WhatsApp lalu menawarkan barang murah kepada keluarga korban.

"Modusnya jadi salah satu pelaku DD mencari korban di Facebook untuk melihat nama-nama korban," ucapnya di Polda Metro Jaya, Rabu, 4 Oktober 2017.

Baca: Polisi Bekuk Penipuan Modus Promo Pesta Pernikahan

Keenam pelaku yang merupakan narapidana tersebut berinisial DD, AG, RR, RB, LL, dan SG. Dari hasil penipuan tersebut para pelaku berhasil meraup uang sebesar Rp 80 juta. Salah satu korbannya ialah IM, warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Hendy menjelaskan, di profil WhatsApp ponsel milik DD, ia mengganti foto korban yang di ambil dari foto profil korban di Facebook.

Setelah itu, DD dan AG beraksi menghubungi keluarga korban melalui WhatsApp dan melakukan penipuan atas nama korban. Kedua tersangka itu secara bergantian menuliskan pesan via WhatsApp ke keluarga korban dengan berpura-pura menawarkan barang murah.

"Seperti barang berupa handphone atau berpura-pura meminjam uang dengan alasan ada keluarganya yang sakit," katanya.

Baca: Polisi Bekuk Tersangka Penipuan Berkedok Umrah

Setelah menuliskan pesan, kemudian pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang ke rekening bank yang sudah diberitahu kepada korban. Setelah korban sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening yang ditujukan, kedua pelaku tesebut menyuruh pelaku lainnya.

"Mereka meminta tersangka lain SG untuk mengambil uang atau dana diduga hasil kejahatan, yaitu LL, RB, RR, selaku pemegang rekening bank itu," ujarnya.

Baca: Korban Penipuan EO Pernikahan Lapor Polisi, Dirugikan Rp 500 Juta

Setelah SG menerima uang dari tiga pelaku tersebut, uang itu diserahkan kepada AG dan DD. Hendy mengatakan, uang yang diterima AG dan DD dipakai untuk kehidupan sehari-harinya di dalam lapas.

"Totalnya ada Rp 80 juta yang berhasil mereka dapat. Mereka beraksi sudah empat bulan," ucap Hendy. MG

KOMENTAR
500/500