Ilustrasi pencurian rumah kosong. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Modus Cari Rongsokan, Pencuri Spesialis Rumsong Beraksi di 31 TKP

Estimasi Baca:
Senin, 13 Ags 2018 10:10:46 WIB

Kriminologi.id - Empat orang komplotan pencuri sepesialis rumah kosong ditangkap aparat Polres Karimun, Kepulauan Riau. Keempat tersangka yang salah satunya anak-anak itu, berpura-pura mencari barang rongsokan di siang hari.

Keempat tersangka tersebut antara lain Ja, Sur, An dan seorang anak di bawah umur berinisial EM. Mereka diketahui beraksi di 31 lokasi pencurian.

Keempatnya ditangkap secara terpisah dalam sepekan terakhir. Pelaku Ja ditangkap di Jalan Poros, Tanjung Balai Karimun, sedangkan tersangka lain ditangkap di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.

Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, dari empat kawanan pencuri tersebut, Ja yang diduga sebagai otak pelaku terpaksa ditembak petugas karena mencoba melarikan diri saat petugas hendak menangkap.

"Satu pelaku kita tembak karena coba melarikan diri, petugas bertindak tegas dan keras dan serta terukur dengan menembak pelaku," katanya.

Agung mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, dan pengembangan, komplotan ini telah melakukan pencurian di 31 lokasi.

"Dari 31 TKP tersebut, baru 10 TKP yang ada laporan polisinya. Kita mengimbau kepada masyarakat yang pernah merasa kehilangan untuk melapor kepada pihak yang berwajib," katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febryantara menambahkan, modus pencurian yang dilakukan komplotan ini dengan cara berpura-pura mencari barang rongsokan pada siang hari.

"Kalau ada rumah kosong, maka mereka akan masuk pada malam hari dengan cara merusak jendela, atap, atau masuk lewat plafon," tuturnya.

Barang bukti yang diamankan dari komplotan ini, antara lain uang tunai hasil kejahatan senilai Rp 59 juta, 30 unit telepon seluler berbagai merek, satu utas kalung bermodifikasi emas putih seberat 6,13 gram, satu buah cincin mas 6,2 gram, satu unit motor Honda Supra dan dua unit motor Honda Beat. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500