Rilis pembobol kartu kredit jaringan internasional di Bareskrim Mabes Polri. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Modus Dua Mahasiswa Indonesia Bobol 4.000 Kartu Kredit Warga Australia

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 22:25:33 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak empat ribu kartu kredit dari bank luar negeri dibobol dua mahasiswa asal Indonesia yakni Dedek Saputra Chaniago dan Aditya Rahman. Ribuan kartu kredit tersebut mayoritas dimiliki warga Australia. Hal ini dikatakan Direktur Tindak Pidana Cyber Bareksrim Polri Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo. 

Empat ribu kartu kredit yang berhasil dibobol dua mahasiswa Indonesia asal Bandung dan Yogyakarta itu berupa kartu kredit dan debit. Ribuan kartu tersebut diterbitkan perbankan dari berbagai negara.

"Pelaku mengumpulkan data-data kartu kredit dan kartu debit dari mastercard sebanyak 1.600 kartu dan kartu Visa sebanyak 2.400 kartu, kartu tersebut diterbitkan oleh bank dari beberapa negara seperti Australia, USA, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Hong Kong, dan Singapura," ujar Albertus di Gedung Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Mabes Polri, pada Selasa, 28 Agustus 2018.

Untuk membobol ribuan kartu itu, Albertus mengatakan, keduanya memainkan modus dengan mengirim surat elektronik atau email spam kepada nasabah yang mayoritasnya warga Australia. Dari surat elektronik tersebut, kedua tersangka mendapatkan data nasabah. 

"Email tersebut semacam email resmi dari bank. Jika korban terpancing meng-klik email tersebut, korban akan diminta mengisi pin kartu kredit, tanggal masa berlaku kartu kredit," kata Albertus.

Bermodalkan data tersebut, kedua tersangka membobol kartu kredit dan melakukan transkasi pembelian barang elektronik di Australia melalui situs online.

Setelah membeli, barang elektronik tersebut dikirimkan ke kediaman rekan keduanya yakni mahasiswi AS di Mascot, Australia. Pelaku AS dimintai kedua tersangka sebagai penadah barang elektronik yang dibeli dari kartu kredit itu 

Barang-barang yang dibeli di antaranya kamera 360, kamera GoPro, dan aksesosris kamera GoPro. Pelaku AS, kata Albertus, dirayu tersangka untuk menerima barang hasil kejahatan mereka berdua. Barang tersebut, lalu dikirim ke Indonesia dengan cara menitip ke kerabat yang mau pulang ke Indonesia.

Rencananya, barang-barang tersebut akan dikirim ke alamat rumah tersangka Adhitya Rahman di Yogyakarta. Kemudian, tersangka Adhitya akan mengirimkan barang itu ke alamat Dedek Saputra Caniago di Bandung.

"Namun belum sampai Indonesia, sudah disita kepolisian Cairns (Australia,'' ucap Albertus.

AS, kata Albertus sudah menjalani sidang di pengadilan setempat dengan tuduhan melakukan sembilan penipuan.

"Namun, karena dia hanya sebagai penerima properti ilegal, maka ancaman hukuman hanya 500 dolar Australia," katanya.

Kedua tersangka, lanjut Albertus, sudah melakukan aksinya selama dua tahun. Mereka mempelajari pembobolan kartu kredit ini secara autodidak. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 362 KUHP dan 378 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500