ilustrasi begal motor, Foto: Kriminologi.id

Modus Jadi Orangtua Murid, Pencuri Motor di Sekolah Diringkus

Estimasi Baca:
Sabtu, 23 Des 2017 21:05:46 WIB

Kriminologi.id - Kasiaman, pria berusia 35 tahun diringkus petugas Satreskrim Polres Tulungagung, Jawa Timur, karena menjadi otak serangkaian aksi pencurian sepeda motor di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Tulungagung dan Blitar. Kasiaman biasanya beraksi bersama komplotannya yang total berjumlah empat orang dengan modus menyamar sebagai orangtua murid dan menggondol motor yang berada di parkiran sekolah.

"Komplotan Pasuruan ini sebenarnya ada empat orang. Tiga sudah diamankan di Blitar Kota, dan satu ini otaknya kami tangkap di Situbondo saat akan kabur ke Bali," kata Kapolres Tulungagung, AKPB Yong Ferrydjon di Tulungagung, Sabtu, 23 Desember 2017.

Baca: Modus Debt Collector, Lima Pelaku Gasak Motor Korban

Penangkapan Kasiaman atau Sandiman berlangsung dramatis. Residivis spesialis pencurian sepeda motor itu sempat mencoba kabur saat akan diringkus, hingga polisi harus melepaskan tembakan terarah ke kedua kaki Kasiaman. Alhasil, tiga butir peluru bersarang di betis, paha, dan tempurung telapak kakinya.

"Terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur dan melawan," kata Ferrydjon.

Kelompok Kasiaman termasuk lihai dalam menggondol motor yang biasa terparkir di lembaga pendidikan Tulungagung dan Blitar. Sekali beraksi tiga hingga empat unit sepeda motor mereka angkut sekaligus. Modus yang digunakan, kata Ferrydjon, keempat pelaku memanfaatkan masa jeda atau pergantian semester dengan menyusup ke sekolah seolah menjadi murid dan wali siswa.

Baca: Pertahankan Ponsel dan Motor, Anjas Kritis Dibacok Begal

Begitu bisa mengelabui petugas satpam sekolah, keempat pelaku langsung beraksi dengan membobol sepeda motor yang terparkir di halaman atau tempat parkir menggunakan kunci T.

"Di Tulungagung ada tiga lembaga pendidikan yang jadi sasaran komplotan Kasiaman ini, yaitu di IAIN Tulungagung, SMAN Boyolangu, dan SMAN Gondang. Total ada sembilan unit motor berhasil mereka curi dalam serangkaian aksi itu," ujar Ferrydjon.

Aksi mereka terekam kamera CCTV (close circuit television) yang dipasang pihak sekolah sehingga mempermudah pengidentifikasian para pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, Kasiaman dan komplotannya mengaku telah beraksi di 13 lokasi di dua daerah berbeda, yakni di Tulungagung sembilan lokasi dan empat lokasi di Blitar.

Baca: Modus Tuduh Tabrak Lari, Begal Sikat Motor ABG

Mereka sengaja menyasar daerah Blitar dan Tulungagung karena dianggap lebih mudah beraksi. Dua pelaku menuju Blitar dan Tulungagung membawa sepeda motor dan dua lainnya naik bus umum dan dijemput di terminal Tulungagung.

Dari sembilan unit motor yang berhasil dicuri, baru tiga unit yang berhasil ditemukan. Lainnya sudah dijual kepada penadah dengan lebih dahulu merusak dan mengganti nomor rangka dan nomor mesin kendaraan agar lebih mudah dijual secara bodongan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kasiaman dan komplotannya terancam dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara. AN

KOMENTAR
500/500