Ilustrasi penipuan. Foto: Unsplas.com

Modus Janjikan Pekerjaan, Perusahaan MLM Tipu Puluhan Anak

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 10:50:42 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Sektor Helvetia, Medan, Sumatera Utara, membongkar praktik dugaan penipuan dengan modus multi level marketing atau MLM. Perusahaan MLM "PT RTL" yang beroperasi di lokasi kos-kosan Jalan Filisium Raya dan Melati Perumnas Helvetia itu menipu puluhan anak di bawah umur.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari seorang ibu dari Teluk Pulau Tanjung Leidong Kabupaten Labuhanbatu (Labura) mencari anaknya dan melaporkannya pada pihak kepolisian.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di Jalan Melati. Di tempat ini, petugas mengamankan 20 laki-laki yang berasal dari luar kota. Mereka diiming-imingi akan dipekerjakan di perusahaan MLM tersebut dengan terlebih dahulu menyetorkan sejumlah uang.

Dari temuan ini, polisi melakukan pengembangan dan menemukan rumah kos di Jalan Filisium Raya, yang diduga bagian dari perusahaan tersebut.

Di rumah kos itu, polisi menemukan 22 perempuan yang berasal dari luar daerah. Para korban juga dijanjikan mendapat pekerjaan. Tetapi, pekerjaan itu tidak kunjung mereka terima. Korban penipuan itu merupakan 42 anak yang masih di berada bawah umur.

Para korban yang dijanjikan akan dipekerjakan di MLM tersebut saat ini berada di Polsek Medan Helvetia untuk menunggu pihak keluarga menjemputnya.

"Orang yang dipekerjakan itu berasal dari luar daerah Kota Medan, yakni dari Balige, Garoga, Siantar, Binjai dan Kota Bangun," ujar Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni, Senin, 6 Agustus 2018.

Trila menjelaskan, pihaknya telah mengecek di tempat kejadian dan melakukan interogasi terhadap warga yang tertipu dengan MLM tersebut. Para korban tersebut, kata Trila, dibawa oleh pihak perusahaan ke kos-kosan tersebut.

Para korban, kata Trila, sudah memberikan uang sekitar Rp 8-10 juta agar dapat bekerja sebagai penjual di perusahaan tersebut. Setelah mereka memberikan uang, keuntungan yang dijanjikan oleh pihak MLM tidak ditepati. AS

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500