Modus Komplotan Jambret Antarkota Mangsa Korbannya di Jawa Timur

Estimasi Baca :

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera (02/04/2018). Foto: Ist/Tribratanews - Kriminologi.id
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera (02/04/2018). Foto: Ist/Tribratanews

Kriminologi.id - Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) antarkota berhasil dibekuk Subdit Jatanras, Direktorat Reserse Kriminial Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Ketiganya berinisial AC (25), HBW (18), dan EAS (27).

Ketiga pelaku merupakan komplotan jambret antarkota di Jatim. Belum lagi, ketiganya tinggal di wilayah yang berbeda. AC merupakan warga Pasuruan, sementara HBW warga Jember, dan EAS warga Blitar.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, modus operandi para pelaku adalah dengan melakukan kekerasan di jalan dalam setiap aksinya. Mereka kemudian merampas harta benda korban, seperti perhiasan maupun kendaraan yang dipakai korban.

"Ada sembilan laporan polisi yang kita tindak lanjuti dengan 13 roda dua yang sudah tergelar ini," katanya, Selasa, 10 Juli 2018, seperti dilansir rri.co.id.

Dari catatan kepolisian, komplotan ini telah beraksi di empat wilayah di Jatim, masing-masing Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, kemudian Blitar Kota dan Sidoarjo. 

Sementara Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ambar Riyadi Wijaya memaparkan, perbuatan para tersangka ini dilakukan sejak November 2017 hingga Maret 2018 dengan empat wilayah tersebut.

Modus operandi komplotan ini, terang Ambar, beraksi dengan berkelompok, yakni tiga orang dengan tugas masing masing. Antara lain, pelaku AC bertugas untuk melakukan pencurian atau jambret, sedangkan dua pelaku lainnya bertugas menghalang-halangi apabila korban melawan.

"Jadi pada saat dijambret, korban mengejar pelaku yang jambret, dua orang ini yang bertugas menghalang-halangi," ujar Ambar.

Namun aksi mereka berakhir, ketika polisi berhasil mengamankan AC dari laporan masyarakat, bahwa di salah satu daerah sering terjadi penjambretan. Petugas kemudian melakukan penyelidikan pada Maret 2018, dan mendapati tersangka AC.

"Dari tersangka AC ini mengembang ke pelaku yang lain. Dan tinggal satu orang yang kita DPO, inisial U dan anggota masih di lapangan untuk menangkap U, termasuk pelaku yang lain," kata Ambar.

Para pelaku, ia menambahkan, tidak memandang jenis kelamin korban. Hanya saja kata Ambar, mereka memetakan untuk beraksi di pinggiran kota. Komplotan ini mengikuti korban, kemudian ketika sampai di pinggir kota dan sepi, pelaku langsung beraksi.

Barang bukti yang diamankan antara lain, 13 sepeda motor berbagai merk, kunci T, dan perhiasan emas. Bahkan saat dilakukan penggeledahan di kediaman pelaku, polisi mendapati alat penghisap sabu atau bong.

"Jadi digunakan sama mereka ini untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk pesta narkoba jenis sabu," ujar Ambar.  DM

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Modus Komplotan Jambret Antarkota Mangsa Korbannya di Jawa Timur

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu