Ilustrasi pencurian di Sekolah. Ilustrasi: Kriminologi.id

Modus Pencuri Laptop di SMP PGRI, Jual Buku untuk Pelajari Situasi

Estimasi Baca:
Sabtu, 28 Apr 2018 23:00:29 WIB

Kriminologi.id - Polisi menangkap pembobol dan pencuri laptop di SMP PGRI Batuceper, Tangerang Selatan. Dua dari tiga pelaku tewas ditembak polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan, sebelum berhasil membobol sekolah, ketiga pelaku sudah mendatangi SMP PGRI sehari sebelumnya dengan berpura-pura menjual baju dan buku. 

Kesempatan itu digunakan pelaku untuk mempelajari situasi target dan tempat penyimpanan laptop-laptop yang akan digunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). 

Kemudian, pada Jumat, 27 April 2018 waktu dinihari, ketiga pelaku yakni JM (27), ML (29) dan HA mendatangi SMP Batuceper dan membongkar teralis pintu dan pintu ruangan penyimpanan laptop.

Aksi mereka terungkap setelah Amsori, salah seorang saksi mata mendapati teralis pintu dan pintu ruang komputer terbuka dalam keadaan rusak.

Kemudian saksi Amsori melaporkan kejadian tersebut kepada saksi lainya bernama Umiyanah. Mereka mendapati 19 laptop yang digunakan untuk UNBK raib.

Mendapati itu, kedua saksi melaporkan peristiwa itu ke polisi. Kemudian, Tim Resmob dan Unit Reskrim Polsek Batuceper yang melakukan patroli mendapati dua sepeda motor di depan sekolah. Salah seorang pelaku terlihat sedang memegang gembok pintu pagar depan sekolah tersebut. 

"Setelah itu, dilakukan pemeriksaan, polisi mendapati tiga unit ponsel, sebatang besi pengungkit dan kunci leter L," kata Yurikho dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 28 April 2018.

Yurikho mengatakan, saat mengecek ketiga ponsel, polisi mendapati isi percakapan via WhatsApp dengan seseorang. Isi percakapan tak lain ingin menawarkan 19 unit laptop berbagai merek. 

Setelah diinterogerasi, pelaku mengaku telah mengambil 19 unit laptop di sekolah tersebut. Selanjutnya petugas menyita sebanyak 18 unit laptop di daerah Jakarta Barat, sedangkan satu unitnya lainnya telah terjual.

Pelaku JM dan RML mengaku dalam menjalankan aksinya menggunakan ransel yang di dalamnya terdapat senpi rakitan, obeng, dan karung goni plastik untuk membawa laptop hasil curiannya. Kepada polisi mereka mengaku menyembunyikan barang tersebut di persawahan sekitar 20 meter jaraknua dari sekolah.

Ketika tiba di persawahan yang ditunjuk pelaku, JM dan RML melawan polisi. Keduanya berusaha meraih senjata petugas. Melihat itu, polisi lainnya menembak keduanya. Meski sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat RSUD Kabupaten Tangerang, tim dokter menyatakan kedua pelaku sudah meninggal dunia. RZ

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500