Modus Sebar Video Asusila Cinta Sejenis, Sindikat Pemerasan Dibekuk

Estimasi Baca :

Cinta Sejenis. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Cinta Sejenis. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Seorang pria berinisial IH ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau karena diduga terlibat pemerasan dengan modus menyebarkan video asusila. Uniknya, IH merupakan salah satu pelaku dalam adegan video asusila sesama pria tersebut. 

Pelaku ditangkap bersama keempat rekannya yang diduga sindikat pemerasan video asusila sesama jenis yang berasal dari Tanjung Batu, Kabupaten Karimun. Sejak awal mereka sudah menyiapkan rencana untuk memeras korban dengan cara menjebaknya melakukan adegan ranjang.

Baca: Psikolog: Pasangan Sejenis Lebih Protektif karena Sulit Cari Pacar

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan, kelima pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban berinisial MW (26) yang merupakan seorang karyawan sebuah perusahaan swasta di Tanjungpinang.

Modus operandi yang dilakukan pelaku JP, OH, BT, AR dan IH yakni mengancam menyebarkan adegan video porno yang dilakukan korban dengan pasangan sejenisnya di salah satu hotel di Tanjungpinang.

Dwihatmoko mengatakan, pelaku berhasil merekam adegan porno tersebut dari kamar hotel. Video tersebut dijadikan sebagai alat bukti.

"Keempat orang tersangka tersebut meminta sejumlah uang sebesar Rp 100 juta agar tidak diberitahukan kepada pihak polisi, tempat kerja korban, dan keluarga korban. Korban merasa ketakutan dan melaporkan ke polisi," kata Dwihatmoko di Tanjungpinag, Selasa, 16 Januari 2018.

Baca: Pembunuhan Cinta Sejenis, Badrun Sempat Bercinta Sebelum Bunuh Imam

Transaksi antara MW dengan pelaku terjadi di Lapangan Pamedan Tanjungpinang. Polisi kemudian berupaya menangkap pelaku saat transaksi. Para pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap polisi.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mendapat uang senilai Rp 1.450.000. Uang tersebut milik pelapor, yang diambil melalui ATM.

"Dompet milik korban yang telah diambil tersangka, dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka," ujarnya.

Dwihatmoko mengungkapkan berdasarkan hasil penyidikan, para pelaku sudah dua kali melancarkan aksinya. Korban adalah orang kedua yang menjadi korban.

Berdasarkan keterangan pelaku, kasus itu bermula pada 11 Januari 2018 saat tersangka UP, OH, BT, AR, dan IH berangkat dari Tanjung Batu, Karimun menuju Tanjungpinang. Sekira pukul 12.00 WIB tersangka IH berkomunikasi dengan korban melalui media sosial, dengan maksud mengajak bertemu dan berhubungan badan sesama jenis.

"Pada pukul 20.00 WIB korban MW mendatangi tersangka IH yang menginap di salah satu hotel di Tanjungpinang, tepatnya di kamar 301, sedangkan empat orang tersangka JP, OH, BT dan AR menginap di hotel yang sama, di kamar 303," ungkapnya.

Baca: Gay Predator Anak Incar Korban di Dunia Maya

Dwihatmoko menjelaskan, pada saat di dalam kamar, korban mengajak berhubungan badan seks dengan tersangka.

"Pelaku lainnya langsung menggerebek kamar korban. Saat itu korban dan IH melakukan hubungan badan," ujarnya.

Setelah melihat kejadian tersebut, empat orang tersangka mengancam korban akan memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak polisi, ke tempat kerja korban, dan kekeluarga korban.

"Karena diancam korban merasa ketakutan dan empat orang tersangka tersebut meminta sejumlah uang sebesar Rp 100 juta agar tidak diberitahukan kepada pihak Polisi, tempat kerja korban, dan kekeluarga korban," ujarnya.

Korban yang mengaku tidak memiliki uang sebesar Rp 100 juta, akhirnya korban menyanggupi membayar sebesar Rp 15 juta. Korban diperintah pelaku tidak bergerak dari hotel, dan harus mendapatkan uang tersebut.

Baca: Ancam Sebar Foto Bugil, Pemuda Peras Mantan Pacar

Namun para tersangka tidak mendapatkan uang tersebut sehingga tersangka memberikan waktu kepada korban sampai sore, agar membayar uang tersebut dengan syarat korban mengulangi berhubungan badan sesama jenis.

"Dengan cara direkam menggunakan ponsel setelah berhubungan badan sesama jenis tersebut diulangi, dan direkam, lalu korban dibolehkan pulang. Korban diancam apabila sore hari korban tidak membayar uang tersebut, maka tersangka akan menyebarkan vidoe mesum tersebut ke media sosial," ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban, tersangka juga mengambil ponsel milik korban dan mengambil uang korban yang berada di dalam ATM sebesar Rp 1.450.000 dengan cara meminta PIN ATM korban. Setelah mengalami kejadian tersebut tersangka langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

Baca: Modus Tuduh Mesum, Enam Preman Kuras ATM Sejoli

Dwihatmoko mengatakan, berdasarkan keterangan para pelaku sebelumya pernah melakukan kejahatan yang sama, namun gagal mendapatkan uang.

"Otak aksi kejatahan ini adalah JP, dia merupakan mantan residivis di Kabupaten Karimun," ujarnya. MG

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Modus Sebar Video Asusila Cinta Sejenis, Sindikat Pemerasan Dibekuk

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu