Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Modus Sindikat Perdagangan Orang Cacat di Lampung, Dijadikan Pengemis

Estimasi Baca:
Jumat, 17 Ags 2018 20:40:06 WIB

Kriminologi.id - Beragam cara dilakukan para pelaku kasus perdagangan orang guna mengelabui aksinya dari target polisi. Salah satu modusnya adalah dengan menjadikan korban sebagai pengemis.

Kasus itu terbongkar saat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menerima laporan seorang warga asal Cianjur yang menemukan keluarganya hilang di Bandar Lampung.

Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol. Bobby P. Marpaung, mengatakan usai mendapat laporan pihaknya langsung mengembangkan kasus tersebut. Dalam pengembangannya, ternyata ditemukan adanya sindikat yang mempekerjakan para korban yang cacat sebagai pengemis.

Modus para pelaku adalah dengan cara mengambil dan memelihara korban yang dipekerjakan sebagai pengemis. Tidak hanya itu, para korban juga diakui sebagai keluarga atau saudara para tersangka.

Dari pengungkapan itu, terbongkar jika para pelaku sudah melakukan aksinya selama satu tahun terakhir.

"Polisi berhasil menangkap enam tersangka dan empat tersangka lainnya masih DPO. Sementara barang bukti yang diamankan dari para tersangka yaitu dua unit sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp 881.200," kata Bobby P. Marpaung, dalam ekspos kasus, di Mapolda Lampung, Jumat, 17 Agustus 2018.

Pada saat penggrebekan, ia menambahkan, petugas turut mengamankan empat korban yakni Mamat alias Undur-undur (tuna wicara), Agus dan Joni (dalam kondisi sakit), Dadang dan Enjel (gangguan jiwa).

Pihaknya lanjut Bobby akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk menemukan sindikat-sindikat lain yang mungkin beroperasi di Provinsi Lampung.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500