Kurir Narkoba sistem tempel yang ditangkap anggota Polrestabes Bandung (05/02/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Modus Tempel Kurir Narkoba, Kelabui Polisi dengan Ajak Istri dan Anak

Estimasi Baca:
Jumat, 9 Feb 2018 10:45:25 WIB

Kriminologi.id - Kurir narkoba sistem tempel bernama Hutri Putra Handayani (38) mengajak istrinya yang sedang hamil delapan bulan dan anak setiap kali mengirim pesanan sabu-sabu dengan sistem tempel. Mantan pecandu narkoba ini melibatkan istri dan anaknya keluar rumah untuk mengantar pesanan narkoba ke lokasi yang telah ditentukan majikannya. 

Sang kurir berdalih ingin menyenangani istri dan anaknya untuk sekadar mencari angin.  Padahal, Hutri sedang menjalani tugas kurir dengan menempelkan sabu di pohon atau tiang listrik di lokasi yang telah dijanjikan majikannya. 

"Jadi saya hanya menempel saja tugasnya sesuai pesanan majikan. Satu tempat biasanya 10 gram sabu yang ditempelkan di pohon atau tiang listrik," ujar Hutri kepada Kriminologi, Jumat, 9 Februari 2018. 

Baca: Kurir Sabu Tewas Didor Setelah Todongkan Senpi ke Intel BNN

Hutri mengaku kegiatan memasok narkoba dengan sistem tempel ini tidak diketahui sang istri. Ia mengaku tergiur tawaran sebagai kurir karena dulunya sebagai pecandu narkoba.

Barang bukti narkoba sistem tempel

"Saya kalau lagi nempel, hanya bilang ingin nyenengin istri dan cari angin. Tidak bilang menempel narkoba," papar pria yang juga pecandu berat narkoba jenis sabu ini.

Kepada petugas, Hutri mengaku telah menempel narkoba di enam titik, salah satunya di jalan LL RE Martadinata (Riau). Namun, setelah dilakukan petugas menyambangi lokasi tersebut ternyata pasokan yang ditempel Hutri telah raib alias sudah diambil oleh pemesannya. 

Baca: Remaja 17 Tahun Edarkan Sabu yang Dikendalikan dari Lapas

Hutri ditangkap polisi di Jalan Cikutra Kecamatan Cibeunying Kaler, Senin, 5 Februari 2018 pukul 23.00 WIB setelah menempel sabu-sabu paket 10 gram. Dari tangan Hutri, disita sabu sebanyak 10 gram dalam 10 plastik paket kecil, jaket warna coklat, dan dua buah handphone. 

"Tersangka ini sejam sebelum tengah malam, kita buntutui. Tersangka keluyuran bersama istri dan anaknya dengan sepeda motor. Polisi membuntuti mereka di belakang," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Haryo Tejo Wicaksono. 

Saat ditangkap, Hutri sempat mengelak telah melakukan penempelan sabu-sabu tersebut. Ia beralasan sedang jalan-jalan bersama istri dan anaknya.

Polisi membawa Hutri serta istri dan anaknya. Meski demikian, polisi memastikan tidak akan menahan istri dan anaknya yang berstatus saksi kunci dari penangkapan suami dan ayah dari anaknya itu. 

Baca: RW Kurir Sabu-sabu Ditangkap di Perkebunan Sawit

"Keduanya dijadikan saksi kunci karena tahu suaminya yang meletakan sabu-sabu tersebut," ujar Haryo. 

Atas perbuatannya Hutri dijerat pasal 112 ayat 2 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Penangkapan ini membuat Hutri dipastikan tidak bisa mendampingi sang istri dalam proses melahirkan anak keduanya itu. SM

KOMENTAR
500/500