Ilustrasi pemerasan. Foto: Pixabay

Modus Tuduh Selingkuhi Istri Orang, Dua Pemeras Jebak Korban di Hotel

Estimasi Baca:
Selasa, 27 Feb 2018 19:15:29 WIB

Kriminologi.id - Polres Kota Surakarta mengungkap kasus pemerasan dengan cara menjebak dan menuduh korban berselingkuh dengan istri orang. Dua pelaku yakni Deny Prihantoro (25) warga Semanggi Kenteng Kecamatan Pasar Kliwon Solo dan Sutrisno (34) warga Ngracang Kelurahan Mantingan Kabupaten Ngawi Jatim.

Deny Prihantoro dan Sutrisno ditangkap polisi di Cafedangan Manahan Solo pada Kamis, 22 Februari 2018 sekitar pukul 01.00 WIB. Tersangka melakukan aksinya di Kampung Gajahan Pasar Kliwon, pada tanggal 28 Januari 2018.

"Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti dari hasil pemerasan yang dilakukan oleh tersangka, sebagian telah dibelikan dua buah tas perempuan dan sepasang speaker aktif," kata Wakasat Reskrim Polres Kota Surakarta AKP Sutoyo di Solo, Selasa, 27 Februari 2018.

Baca: Modus Sebar Video Asusila Cinta Sejenis, Sindikat Pemerasan Dibekuk

Sutoyo mengatakan kejadian tersebut berawal korban B yang berkencan dengan F (istri tersangka). Kepada korban, F mengaku janda yang tengah membutuhkan uang untuk membeli susu. Korban kemudian meminta F ke Hotel Puspa Jaya yang kebetulan korban akan pijat di tempat tersebut.

Rencana F berkencan dengan korban rupanya diketahui oleh tersangka Deny. F kemudian langsung menuju hotel yang telah dipesan. Meski belum melakukan hubungan ranjang, keduanya sudah tidak mengenaikan baju atau telanjang dada.

Tak lama kemudian, petugas hotel bersama tersangka Deny dan temannya Sutrisno kemudian mengetuk pintu hotel langsung masuk marah-marah kepada korban dan F bersembunyi kamar mandi.

Korban dan tersangka Deny yang berselisih tersebut kemudian diajak keluar kamar untuk diselesaikan di masjid atau di kantor polisi. Korban yang takut kemudian ditawari jalan damai dan harus membayar Rp 10 juta.

Baca: Ibu Muda Mandi di Kali dengan Selingkuhan Kepergok Satpol PP

Tersangka Sutrisno sempat mengancam korban agar perkara tersebut tidak diselesaikan di masjid atau di kantor polisi. Akhirnya korban mau membayar tersangka sebanyak Rp 10 juta.

Korban yang merasa diperas oleh pelaku kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan kemudian berhasil menangkap tersangka. F istri tersangka hingga kini masih dijadikan saksi.

Tersangka Deny mengaku dari uang hasil pemerasan korban sebanyak Rp 10 juta diberikan kepada temannya Sutrisno sebanyak Rp 1 juta dan sisanya untuk dirinya dan istrinya F.

Atas perbuatan kedua tersangka dijerat dengan Pasal 368 jo Pasal 369 KUHP, tentang Tindak Pidana Pemerasan, ancaman hukuman empat hingga maksimal sembilan tahun penjara.

KOMENTAR
500/500