Pakai Uang Palsu, Sindikat Penipuan Bermodus Pinjaman Tunai Dibekuk

Estimasi Baca :

Barang bukti kasus sindikat penipuan dana pinjaman tunai saat rilis di Polda Metro Jaya Jakarta (23/01/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Barang bukti kasus sindikat penipuan dana pinjaman tunai saat rilis di Polda Metro Jaya Jakarta (23/01/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Sindikat penipuan bermodus menawarkan pinjaman uang tunai, dengan sebagian menggunakan uang palsu, terungkap oleh jajaran Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Terungkapnya sindikat ini polisi mengamankan sebanyak enam pelaku masing-masing berinisial AW alias A alias G, AR alias I alias R, JW alias T, MA alias U, HB alias W, dan MA alias H alias M di waktu dan tempat berbeda. 

“Sindikit penipuan ini mengiming-imingi korbannya dengan kesanggupan memberikan bantuan pinjaman modal mencapai Rp 500 miliar rupiah,” kata Wakil Dierektur Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam, di Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.

Baca: Terlibat Penipuan, Dosen Universitas Mataram Divonis 2,5 Tahun Bui

Ade mengatakan, keenam pelaku memiliki peran berbeda-beda dalam menjalankan aksinya. Ada yang berperan sebagai bos pemilik perusahaan pinjaman. Lalu ada yang berkeliaran di suatu wilayah untuk mencari korban. Juga ada yang menjadi petugas bank, pengawal, hingga ajudan. 

Terungkapnya kasus penipuan bermodus menyediakan pinjaman tunai ini bermula dari korban seorang pengusaha yang mempunyai proyek perkebunan sawit dan pabrik kelapa sawit di wilayah Jambi membutuhkan tambahan modal. 

Melihat ada celah, tersangka AR alias I alias R yang mengaku sebagai calo menawarkan bantuan kepada korban untuk mengajukan pinjaman uang. Mereka kali pertama bertemu pada juni 2017. Setelah mengadakan pertemuan, pelaku dan korban semakin intens berkomunikasi. Dari komunikasi itu, para pelaku meyakinkan korban sanggup menyediakan pinjaman modal hingga mencapai Rp 500 miliar.

Pinjaman tersebut tentu bersyarat. Salah satunya diwajibkan memberikan uang muka sebesar 1 persen dari jumlah pinjaman tersebut atau artinya Rp 5 miliar. Usai disepakati kedua belah pihak, korban memberikan uang muka tersebut dalam bentuk uang dollar senilai US$ 368 ribu. Uang tersebut diserahkan pada Kamis, 14 Desember 2017 di Ruko Plaza Pondok Indah, Jakarta Selatan. 

Dari pengakuan para tersangka, kata Ade, aksi penipuan bermodus pinjaman tunai ini berlangsung sudah dua tahun. Adapun tempat yang dijadikan lokasi penipuan sindikat ini antara lain Pekanbaru, Cianjur, Depok dan Jakarta. 

Baca: Tersangka Kasus Penipuan Travel Umrah JPW Akan Bertambah

Selama melakukan operasinya, para pelaku sering membawa koper yang berisi uang palsu sekitar Rp 3 miliar. Tujuannya untuk meyakinkan para korbannya bahwa mereka serius memberikan pinjaman dana tunai. Dengan begitu, banyak korban merasa yakin dan percaya. Sebagai kendaraan operasional, para pelaku kerap menyewa baik mobil maupun motor umtuk bertemu dengan korbannya. 

Atas perbuatannya tersebut keenam pelaku dijerat dengan pasal 372 Kumulatif  Pasal 378 dan Pasal 480 Tentang Pertolongan Jahat dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Pakai Uang Palsu, Sindikat Penipuan Bermodus Pinjaman Tunai Dibekuk

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu