Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Pelaku Aborsi Magetan Suntik Mahasiswi 3 Kali Hingga Tewas

Estimasi Baca:
Minggu, 10 Des 2017 09:00:49 WIB

Kriminologi.id - Pelaku aborsi Suryanto, mengaku menyuntikkan cairan ke tubuh Fitri Zhuliani (23), mahasiswi yang tewas usai aborsi di sebuah kamar nomor 11, Hotel Purbaya, Magetan, Jawa Timur. Suryanto menyuntikkan zat perangsang persalinan oksitosin sebanyak tiga kali sebelum akhirnya korban Fitri pingsan hingga kemudian tewas.

"Saya menyuntikkan oksitosin hingga tiga kali. Pertama pada pukul 20.30 dan setelah itu saya suntik lagi dua seperempat jam berikutnya hingga tiga kali. Saat suntikan pertama dan kedua tidak ada keluhan, baru setelah suntikan yang ketiga dia mengeluh sakit dan pingsan," ujar Suryanto.

Baca: Mahasiswi Tewas Aborsi di Kamar Hotel, Polisi Buru Seorang Pelaku

Suryanto juga mengaku bahwa dirinya telah dua kali melakukan hal serupa, dan berhasil. Nahas, saat praktik yang ketiga gagal hingga menyebabkan Fitri tewas.

"Sebelumnya saya sudah melakukan aborsi dengan cara seperti itu, keduanya berhasil. Tapi yang ketiga ini tidak berhasil," kata Suryanto.

Ia mengaku kepada polisi, setiap kali melakukan aborsi, menarik upah sebesar Rp 2.500.000.

Baca: Septic Tank Mampet Ungkap Kasus Aborsi di Kamar Hotel

Sebelumnya diberitakan seorang mahasiswi berusia 23 tahun bernama Fitri Zhuliani tewas di sebuah kamar hotel di Magetan, Jawa Timur, Selasa, 5 Desember 2017. Saat itu korban bersama seorang pria bernama Misnu diketahui masuk ke kamar nomor 11 pada Senin, 4 Desember 2017, sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah azan Subuh pukul 04.40 WIB, Misnu dan seorang pria lain yang belakangan diketahui bernama Suryanto, terlihat membopong Fitri untuk dibawa ke Puskesmas. Saat itu Misnu berdalih Fitri pingsan, namun setelah petugas hotel memeriksa kamar, ditemukan banyak darah di atas kasur.

Nahas sesampainya di Puskesmas, Fitri telah meninggal. Petugas puskesmas yang melihat korban tewas secara tidak wajar, lalu menghubungi polisi. Misnu dan Suwondo dapat diringkus usai kejadian, sementara Suryanto yang merupakan pelaku utama terciduk tiga hari kemudian. AN

Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500