Ilustrasi investasi bodong. Ilustrasi: Kriminologi.id

Pelaku Investasi Bodong Terciduk Usai Buron 2,5 Tahun

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Des 2017 17:05:26 WIB

Kriminologi.id - Pelarian Yusack alias Haryanto (60) selama 2,5 tahun akhirnya berakhir usai dirinya diringkus Satuan Reskrim Polresta Surakarta, pada Senin, 11 Desember 2017. Yusack yang ditangkap di kawasan Prambanan, Klaten, ini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO kasus investasi bodong jual beli emas dengan kerugian korban mencapai ratusan miliar rupiah.

Modus penipuan yang dilakukan Yusack adalah dengan menawarkan investasi jual beli emas, tetapi tidak ada barangnya. Jika ada emasnya hanya untuk menunjukkan dan mengelabui korbannya. Selain itu, dalam menjalankan aksinya, Yusack mengerahkan 12 orang yang menjadi agennya untuk mencari dana.

Baca: OJK: Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong Mencapai Rp 105,8 T

Sebanyak 15 orang telah melaporkan aksi Yusack. Namun pelaku sulit ditangkap lantaran tempat tinggalnya kerap berpindah-pindah. Dari hasil pemeriksaan, Yusack mengaku mencari dana dengan cara menawarkan jasa, setiap uang maupun barang yang diberikan akan diberi keuntungan antara sekitar 10 persen hingga 20 persen per-10 hari.

"Pelaku menawarkan kerja sama dengan dijanjikan keuntungan, dan ujung-ujungnya melakukan penipuan karena dia kemudian menghilang," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi, Selasa, 12 Desember 2017.

Baca: Korban Investasi Pulsa Listrik, Gadai Sertifikat Berbuah Rugi

Yusack memberikan keuntungan kepada korban satu hingga empat kali, namun belakangan dirinya menghilang dengan membawa uang pokok modal korbannya yang jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah.

"Kita kenakan pasal penipuan dan penggelapan. Lalu kita juncto-kan dengan pasal tindak pidana pencucian uang," kata Agus. AN

KOMENTAR
500/500