Ilustrasi maling susu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Pencuri Susu di Swalayan Terciduk, Kerap Nyamar Jadi Pembeli

Estimasi Baca:
Rabu, 17 Jan 2018 22:30:07 WIB

Kriminologi.id - Spesialis pencuri susu formula yang kerap beraksi di sejumlah toko di Jawa Timur, diringkus petugas Polres Madiun Kota. Pelaku yang berinisial AR (40), mengaku hanya mencuru susu formula lantaran mudah menjualnya kembali karena sudah mempunyai langganan.

"Tersangka mengaku selalu mencuri susu formula bayi dalam setiap aksinya. Hal itu karena susu mudah dijual karena ia telah memiliki pelanggan yang siap membeli," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro, Rabu, 17 Januari 2018.

Baca: Jebol Atap Indomaret, Maling Bobol ATM Dengan Las

Logos menambahkan, AR merupakan residivis kasus yang sama. Tersangka AR ini selalu mencuri susu di sejumlah toko swalayan di beberapa daerah di Jawa Timur.

"Tersangka ini berpindah-pindah lokasi pencurian. Saat beraksi, tersangka juga tak sendiri, namun berkomplot bersama dua orang lain yang kini buron," kata Logos.

Dua orang buron tersebut memiliki peranan yang berbeda dalam kasus ini, yakni bertugas mengambil barang dan sebagai sopir. Adapun modus yang digunakan tersangka adalah berpura-pura sebagai pembeli.

Baca: Pengojek Curi Helm di Kampus Universitas Bina Bangsa Kota Serang

Agar tidak dicurigai pelayan toko, komplotan pencuri spesialis susu formula itu hanya mengambil susu ukuran kecil. Biasanya ukuran 200 hingga 400 gram.

"Saat pelayan toko lengah, tersangka langsung memasukkan susu ke dalam kantong celananya. Mereka sengaja memakai pakaian ukuran besar dan berjaket untuk menutupi hasil curiannya," kata dia.

Baca: Menganggur, Pemuda Curi Barang Elektronik di Tunjungan Plaza

Dari penuturannya kepada polisi, tersangka mengaku sudah ada enam toko swalayan yang pernah didatangi komplotannya. Selama beraksi, tidak selalu berhasil, hal itu tergantung dari kondisi toko, banyaknya pelayan yang bertugas, dan juga CCTV yang ada di toko.

Selain Kota Madiun, komplotan ini juga beraksi di Sidoarjo, Jepara, Magetan, dan Jember. Pihak kepolisian menangkap tersangka berdasarkan sejumlah rekaman CCTV sebagai barang bukti.

"Akibat perbuatannya tersangka terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun," kata Logos. AN

Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500