Penipu Melalui SMS Modus Undian Berhadiah Bakal Dijerat Pencucian Uang

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Pixabay.com

Kriminologi.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau bakal menjerat Adi, tersangka penipuan berkedok undian berhadiah melalui layanan pengiriman pesan singkat atau SMS dengan tindak pidana pencucian uang. Polisi bakal menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri rekening tersangka. 

“Rekening akan kami telusuri bersama PPATK untuk tindak pidana lanjutan,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Komisaris Besar Pol Gidion Arif Setiawan di Pekanbaru, Riau, Selasa, 29 Mei 2018.

Gidion menjelaskan, pihaknya menggandeng PPATK untuk mengungkap aliran dana yang selama ini diperoleh tersangka Adi dalam melakukan tindak pidana penipuan. Sebab, berdasarkan pengakuan tersangka, Adi mendapat keuntungan dari hasil penipuan sebesar Rp 15 juta setiap bulannya. Karena itu, dapat dipastikan tersangka menggunakan rekening untuk menampung keuntungan dari hasil menipu. 

Sejauh ini, kata Gidion, pihaknya turut menyelidiki sejumlah rekening yang disinyalir turut menerima aliran dana dari tersangka. Sejumlah rekening tersebut selain milik tersangka pribadi, ada juga milik rekan tersangka

“Ada beberapa rekening yang juga sedang dilacak. Milik dia, lalu juga ada milik temannya, masih didalami,” tuturnya.
Gidion menjelaskan, perbuatan tersangka dalam melancarkan aksi penipuan diawali dengan membuat sejumlah laman web. Web tersebut berisi berbagai informasi yang seolah-olah merupakan laman penyedia jasa layanan provider telekomunikasi resmi.

"Ada tiga website yang dibuat tersangka, seperti www.gebyarmkios.com, gebyarisiulang-jkt.blogspot.co.id, serta m-kiosjkt.blogspot.co.id ; melalui website itu dia menjaring nomor tersangka," ujarnya.

Untuk menjaring para korbannya, kata Gidion, tersangka mengirimkan info undian berhadiah secara massif. Dalam sehari, tersangka bisa mengirimkan 43 ribu SMS. Sms itu dikirim secara broadcast melalui puluhan modem miliknya.

Dalam informasi undian palsu itu, tersangka mengiming-imingi korban memperoleh hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta, Rp 75 juta, sepeda motor dan ponsel. Saat korban terperdaya, tersangka dengan tipu muslihatnya meminta sejumlah uang dengan dalih pajak dan lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45A ayat 1 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Gidion mengimbau agar masyarakat yang merasa telah menjadi korban penipuan tersangka, terutama melalui website yang tertera di atas untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Dia berharap banyak masyarakat yang melapor karena akan sangat membantu proses penyidikan dan pengembangan kasus ini. 

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Penipu Melalui SMS Modus Undian Berhadiah Bakal Dijerat Pencucian Uang

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu