Perdagangan Orang, 10 Warga Minahasa Tenggara Dijual Rp 17 Juta/Kepala

Estimasi Baca :

Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Kriminologi.id
Diiming-imingi menjadi TKI di Malaysia, sepuluh warga Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara justru menjadi korban perdagangan orang. Mereka dibandrol Rp 17 juta per orang.

Kriminologi.id - Kasus perdagangan manusia kembali terjadi. Kali ini menimpa sepuluh warga Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Mereka tergoda iming-iming menjadi tenaga kerja di Malaysia. Namun, ketika berada di negara jiran itu, mereka ditelantarkan. Kuat dugaan mereka merupakan korban perdagangan manusia.

"Kami menduga sepuluh warga Minahasa Tenggara yang ditelantarkan di Malaysia karena dijanjikan menjadi tenaga kerja ini merupakan korban perdagangan manusia," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Minahasa Tenggara Robby Sumual, di Ratahan, Minggu.

Kuatnya dugaan itu, ia menambahkan, berdasarkan pengakuan para korban kepada keluarga mereka. Setelah direkrut dari Minahasa Tenggara, ia menjelaskan, mereka kemudian dibawa ke Medan, untuk diperdagangkan.

"Menurut keluarga korban, setelah mereka dibawa ke Medan, para korban ini diperdagangkan oleh oknum yang merekrut mereka dengan kisaran harga Rp17 juta per orang," ujarnya.

Robby mengungkapkan, status penyedia jasa tenaga kerja yang melakukan perekrutan terhadap kesepuluh TKI itu tidak terdaftar di Disnaker Kabupaten Minahasa Tenggara. 

"Termasuk sepuluh TKI ini tidak pernah tercatat sebagai pencari kerja. Sedangkan untuk penyedia jasa ini tidak terdata sebagai penyedia tenaga kerja secara resmi," katanya.

Para keluarga korban, menurut dia, telah melaporkan oknum yang melakukan perekrutan sepuluh warga tersebut ke pihak kepolisian.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Franky Wowor mengatakan, semua instansi di lingkungan Pemkab telah diperintahkan untuk melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulut dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Setelah kami menerima laporan tersebut, semua instansi terkait diperintahkan langsung melakukan penanganan secara cepat," ujarnya.

Berdasarkan informasi saat ini, Franky mengaku, dari sepuluh warga tersebut, empat warga telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia. Sedangkan enam warga lainnya belum diketahui keberadaannya. DM

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Perdagangan Orang, 10 Warga Minahasa Tenggara Dijual Rp 17 Juta/Kepala

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu