Perdagangan Orang Bermodus TKI, Agen Asing Buka Cabang di Indonesia

Estimasi Baca :

Seorang petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) memberikan arahan kepada tenaga kerja yang baru dideportasi dari Malaysia di terminal penumpang pelabuhan Pelindo I Dumai, Dumai, Riau, Rabu (7/2). Foto: Antara - Kriminologi.id
Seorang petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) memberikan arahan kepada tenaga kerja yang baru dideportasi dari Malaysia di terminal penumpang pelabuhan Pelindo I Dumai, Dumai, Riau, Rabu (7/2). Foto: Antara

Kriminologi.id - Dua tersangka bernama Budi Setyawan, warga negara Indonesia dan Mohamad Ibrahim, warga negara Suriah yang tinggal di Indonesia, ditangkap Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang Diretorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Keduanya ditangkap karena kasus perdagangan manusia bermodus pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

“Tersangka Budi ditangkap di Condet, pada Sabtu dini hari (17 Maret 2018). Tersangka Ibrahim ditangkap di jalan depan Sudirman Park, Minggu dini hari (18 Maret 2018),” kata Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Komisaris Besar Ferdi Sambo, di Jakarta, Minggu, 18 Maret 2018.

Baca: Razia 17 Tempat Hiburan di Kalsel Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia

Ferdi menjelaskan, dalam kasus ini kedua tersangka memiliki peran berbeda-beda. Budi Setyawan adalah sebagai pihak yang merekrut para korban. Sementara Mohamad Ibrahim sebagai agen penyalur TKI dari Suriah yang tinggal di Indonesia. 

Pengungkapan kasus perdangan manusia ini bermula ketika Budi merekrut sejumlah korban yang berasal dari kampung, lalu membawanya ke sebuah tempat di kawasan Condet, Jakarta Timur. Oleh Budi, para korban di sana diserahkan kepada Ibrahim. Usai para korban diwawancara Ibrahim, selanjutnya tinggal pengurusan dokumen para korban seperti paspor, visa, dan foto korban.

“Foto korban dikirimkan ke majikan yang ada di Abu Dhabi dan Sudan,” katanya.

Usai paspor dan visa didapat, para korban diberangkatkan dari Jakarta ke Surabaya menggunakan bus. Sesampainya di Surabaya, sembari menunggu jadwal penerbangan korban ditampung sementara di belakang Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Selanjutnya korban terbang menggunakan pesawat menuju Sudan dengan transit di Kuala Lumpur dan Dubai.

Baca: Dijanjikan Gaji Besar, 10 Wanita NTB Jadi Korban Perdagangan Orang

"Rutenya Jakarta-Surabaya menggunakan bus. Lalu Kuala Lumpur-Abu Dhabi-Sudan," katanya.

Ferdi mengungkapkan, selama bekerja di Sudan, para korban tidak digaji dan mendapat perlakuan buruk dari majikan mereka. Termasuk kekerasan fisik sampai kekerasan seksual. Karena tak tahan, banyak dari mereka melarikan diri dan melaporkan kasus tersebut ke KBRI Sudan. Kasus ini terjadi pada rentang waktu November 2017 hingga Februari 2018 dengan jumlah korbannya mencapai 75 orang.

Dari penangkapan kedua tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti di antaranya paspor dan visa para korban, tiket elektronik, boarding pas, 2 buah ponsel, 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 unit mobil Toyota Avanza, buku tabungan Bank Mandiri.

Baca: Periksa 6 TKI Kabur, Polisi Telusuri Dugaan Perdagangan Manusia

Selain itu, disita juga surat perjalanan laksana paspor, kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN) atas nama Royani dan surat pernyataan dari para korban PMI yang akan dipekerjakan di luar negeri. Polisi kini masih memburu dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pelanggaran Pasal 4 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 81 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang PPMI. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Perdagangan Orang Bermodus TKI, Agen Asing Buka Cabang di Indonesia

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu