Ilustrasi: Mesin ATM Foto: Pixabay.com

Perkembangan Kejahatan Skimming, dari Sistem Tempel Hingga Mini Kamera

Estimasi Baca:
Sabtu, 24 Mar 2018 16:55:18 WIB

Kriminologi.id - Kasus pembobolan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur mengakibatkan 87 nasabah kehilangan soldo tabungannya secara misterius. Kasus pembobolan kartu debit menggunakan metode yang dikenal dengan skimming. Kejahatan skimming ini sudah terjadi sejak 2014 dan terus mengalami perkembangan dalam melakukan kejahatan pencurian data secara elektronik itu.   

Peristiwa yang terjadi di Ngadiluwih ini tentu saja mengakibatkan ketakutan di kalangan nasabah Bank BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto pada 18 Maret 2018, menegaskan kasus pembobolan kartu debit nasabah BRI hanya terjadi di Ngadiluwih.

Pada dasarnya skimming dilakukan untuk mencuri seluruh data kartu nasabah, khususnya kartu debit yang biasa digunakan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ataupun pembayaran dengan cara “menggesek kartu”.

Infografik Tren modus skimming dari tahun ke tahun. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kejahatan skimming bukan sekali ini terjadi di Indonesia, menurut Fraud Banking Investigation Bank BRI menyebutkan bahwa pihaknya sendiri telah menjadi korban skimming sejak tahun 2014. Walaupun telah meningkatkan keamanannya, namun pelaku skimming juga terus mengembangkan teknik-teknik skimmingnya. Berikut adalah perkembangan teknik skimming dari tahun ke tahun;

Tahun 2014 Sistem Tempel

Pada tahun 2014, teknik skimming yang dilakukan masih dalam level cukup sederhana, yakni dengan sistem tempel. Alat Skimming dipasang di Card Reader atau tempat dimana nasabah memasukkan kartu ke ATM. Hasil kerja atau modifikasi pelaku skimming di Card Reader masih kasar. Pada tahun ini, skimming di mesin ATM banyak ditemukan di daerah Medan, Sumatera Utara.

Tahun 2015 Kamera PIN

Pada tahun 2015, perkembangan teknik skimming melibatkan perangkat Wi Fi Pocket Router di mesin ATM. Ini dilakukan agar pengambilan data kartu yang telah dikumpulkan tidak perlu melepas semua peralatan yang dipasang. Cukup dengan menyambungkan Wifi saja maka data akan bisa diambil oleh pelaku.

Selain itu, pelaku memasang kamera untuk merekam angka PIN yang dimasukkan oleh nasabah. Kamera yang dipasang tentu saja bukan yang  biasa, melainkan kamera yang telah dimodifikasi sehingga dari luar terlihat mirip lampu atau speaker yang ada di ATM. Skimming dengan teknik ini ditemukan di Denpasar, Bali.

Tahun 2016 Modifikasi Kamera

Perkembangan skimming di tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Pelaku masih menggunakan Wifi Pocket Router yang diletakkan di dalam ATM dan alat skimming yang dipasangkan di Card Reader. Akan tetapi perkembangan yang menonjol di tahun ini, pelaku skimming memodifikasi kamera sehingga menyerupai penutup PIN Pad. Sehingga data angka PIN yang didapatkan lebih akurat  (presisi) daripada sebelumnya. Teknik skimming ini ditemukan di Denpasar, Batam, Mataram, Pontianak & Singkawang, Balikpapan, Tanjung Pinang, Surabaya, Medan, Jakarta, dan Depok.

Tahun 2017 Mini Kamera

Tidak terlalu banyak perbedaan dengan tahun 2016, pelaku skimming masih menggunakan perangkat Wifi Pocket Router dan alat skimming yang ditempelkan pada Card Reader. Akan tetapi, di tahun ini pelaku lebih rapi dengan menggunakan mini kamera dalam Card Reader.

Sebelumnya hasil kerja para pelaku masih terlihat kasar, namun mulai tahun 2017 bekas-bekas pencokelan atau bekas modifikasi sangat halus sehingga nasabah cenderung tidak menyadari adanya modifikasi-modifikasi yang telah dilakukan. Teknik skimming ini ditemukan di Denpasar, Batam, Mataram, Pontianak & Singkawang, Balikpapan, Tanjung Pinang, Surabaya, Medan, Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, Makassar.

Tahun 2018 Mini Kamera di Pengaman Lubang Kartu

Tahun ini, pelaku skimming masih tetap menggunakan Wifi Pocket Router, alat skimming di dalam Card Reader, dan mini kamera dalam pengaman lubang atau cover card reader di ATM. Selain itu, temuan baru terkait skimming di tahun ini adalah digunakannya Wifi yang terpasang di dalam cover card reader. Sejauh ini, skimming dengan teknik tersebut ditemukan di Denpasar, Bandung, Manado, Semarang, Yogyakarta, Jakarta. SM

KOMENTAR
500/500