Ilustrasi: Perampokan Foto: Pixabay.com

Polisi Gadungan Sekap 4 Mahasiswa, Tuduhan Palsu Jadi Trik

Estimasi Baca:
Kamis, 28 Sep 2017 07:05:19 WIB

Kriminologi.id -
Satuan Reserse Kriminal Polsek Lembang, Jawa Barat menangkap lima orang polisi gadungan, Rabu, 27 September 2017. Mereka mengaku sebagai anggota polisi guna memeras dan menganiya empat orang mahasiwa di kawasan Punclut, Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Para korban diintimidasi, mereka dituduh melakukan perbuatan melawan hukum," kata Kepala Polres Cimahi Ajudan Komisaris Besar Rusdy Prawira Suryanagara di Polsek Lembang, seperti dilansir RRI.co.id, Kamis, 28 September 2017.

Empat orang korban kelompok ini adalah Rizky (22), Ivan (22), Lutfi (22) dan Agung (21). Mereka dianiaya dan diperas oleh pelaku saat berfoto-foto didepan Villa PKS Punclut.

Baca: Duel Maut, Korban Selamatkan Pacar dari Aksi Perampokan

Menurut Rusdy, keempat korban tak bisa berbuat apa-apa ketika polisi gadungan itu datang memeras. Akibatnya, tiga sepeda motor dan jam tangan, ponsel dan uang senilai Rp 1,3 juta milik salah satu korban diambil pelaku.

Setelah korban tidak berdaya, kata Rusdy, pelaku yang dipimpin oleh seseorang bernama Remon ini kemudian membawa Rizky dan tiga rekannya dengan menggunakan kendaraan. Ketika tiba di sebuah lokasi yang sepi, pelaku menurunkan keempatnya dengan kondisi terikat dan mulut dilakban.

"Para korban tidak bisa melawan karena tangannya diikat, mulutnya disekap lakban. Lalu ditinggalkan di daerah Pasirwangi dengan tubuh masih dslam keadaan terikat," tuturnya.

Setelah berhasil melepaskan ikatannya, keempat korban kemudian melaporkan kejadian itu ke kantor polisi terdekat.

Baca: Perampokan Pasutri Benhil, Begini Cerita Pilu Istri Tersangka

Berkat laporan itu, kata Rusdy, polisi kemudian menangkap dua dari lima pelaku yakni Remon alias Opik dan Inoy. "Dalam perkembangan terbaru, ternyata salah satu pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama," katanya.

Rusdy menyatakan, saat penangkapan, Remon berusaha melawan petugas sehingga kakinya terpaksa harus harus ditembak. Mengenai pelaku lainnya yang belum tertangkap, pihaknya mengaku telah mengantongi idenditasnya.

"Kami minta pelaku yang tersisa sebaiknya menyerahkan diri ke pihak berwajib," ujarnya.

Remon dan komplotannya kerap beraksi pada malam hari dan memilih tempat yang sepi, serta mengincar korban yang lengah. Untuk mencegah aksi serupa terulang, pihak kepolisian akan mengintensifkan patroli di kawasan yang rawan dan jauh dari pemukiman penduduk.

"Mereka sering beraksi di wilayah Lembang, untuk menghindari penipuan yang mengatasnamanakan petugas polisi, kami imbau warga jangan langsung percaya karena anggota kami dilengkapi tanda pengenal dan surat tugas," ujarnya.

Baca: Dalam Sepekan, 4 Perampokan Toko Resahkan Warga Palmerah

Menurut Rusdy, jam-jam rawan terjadinya aksi kejahatan biasanya terjadi pada dini hari, sehingga masyarakat harus lebih waspada agar tak menjadi korban kejahatan. "Kami juga akan rutin melakukan partoli di kawasan-kawasan sepi untuk menangkal aksi serupa," katanya. MG

Penulis: Marselinus Gual
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500