Tangkapan layar video penangkapan oknum satpam peras pemilik Ruko Seribu Cengkareng Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Preman Berkedok Satpam Ruko Peras Penghuni, Modus Tarik Iuran

Estimasi Baca:
Senin, 27 Ags 2018 19:15:50 WIB

Kriminologi.id - Aksi premanisme yang dilakukan oknum pengelola dan beberapa securiti di kawasan Seribu Rumah Toko (Ruko), Cengkareng, Jakarta Barat, diketahui menggunakan modus Iuran Kebersihan dan Keamanan Ruang atau IKKR.

Modus yang digunakan itu diketahui setelah Kriminologi.id mendatangi lokasi ruko yang berada di Seribu Ruko Blok R nomor 7-8, pada Senin, 27 Agustus 2018. 

Menurut salah seorang pengurus RT yang bernama Riki, IKKR merupakan iuran resmi yang ditarik pihak pengelola kepada setiap penyewa atau pemilik ruko di kawasan itu. 

Untuk sekali penarikan iuran itu, ia menjelaskan, para penghuni ruko diminta untuk membayar Rp 350 ribu. Namun, menurut Riki, uang itu diperuntukan untuk membayar para petugas security dan beberapa hal lainnya.

"Kalau dari obrolan pihak RT dan pengelola meminta uang itu diperuntukan untuk membayar gaji satpam, uang kebersihan, dan membenarkan jalan dan lain sebagainya," ucap Riki kepada Kriminologi.id saat ditemui di lokasi, Senin, 27 Agustus 2018.

Riki menyebut penarikan IKKR terhadap para penghuni dan penyewa ruko itu bukan merupakan aksi pengutan liar. Sebab yang melakukan aksi penarikan iuran itu langsung dilakukan pihak pengelola. Selain itu, penarikan juga tidak ke  semua penyewa atau pemilik ruko.

Dari penarikan itu, ia mengungkapkan, pihak pengelola telah memperbaiki beberapa fasilitas umum yang berada kawasan ruko itu.

"Bukan preman yang narikin pihak pengelola. Pihak pengelola juga sudah memperbaiki jalan yang sebelumnya hancur, pengecatan pagar dan lain-lain," kata Riki.

Terpisah, salah seorang penyewa ruko yang bernama Lili Sutanto mengatakan penarikan iuran itu sudah lama terjadi. Namun, ia menyebut iuran itu merupakan hal yang wajar.

"Sudah lama memang, tapi kalau dari alasannya memang hal yang wajar untuk uang pemeliharaan ruko," kata Lili.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video preman yang berkedok petugas keamanan memeras pemilik Ruko Seribu Cengkareng, Jakarta Barat, viral di media sosial. Pemerasan itu terjadi diduga karena pemilik ruko enggan membayar sejumlah uang saat diperas.

Dalam beberapa cuplikan video yang diunggah Arankar, nampak pria berseragam petugas keamanan tersebut merusak penutup drainase yang baru saja dibuat pemilik ruko.

Diduga aksi perusakan itu terjadi karena pemilik ruko enggan membayar sejumlah uang yang diminta oknum satpam.

Dalam video lainnya, nampak aksi pemerasan yang dilakukan oknum petugas keamanan terjadi di jalan depan halaman ruko. Oknum petugas keamanan itu nampak memeras warga yang sebenarnya adalah petugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat yang tengah menyamar.

Hingga akhirnya polisi berpakaian preman keluar dari sebuah mobil dan langsung melesatkan tembakan peringatan ke udara. Polisi pun menyuruh oknum petugas keamanan yang tertangkap basah tengah memeras untuk tiarap.

Seluruh oknum petugas keamanan tersebut langsung disergap di lokasi dan selanjutnya dibawa menuju Polres Jakarta Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Delapan jam sejak video tersebut diunggah, unggahan milik akun Facebook Arankar telah dilihat sebanyak 340 ribu dan telah dibagikan oleh 4 ribu warganet.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500