Produsen Solar Palsu Berkedok Jasa Ekspedisi Kelabui Polisi

Estimasi Baca :

Barang bukti kasus pemalsu solar berkedok penyedia jasa ekspedisi dan transportasi di Bareskrim Polri (15/02/2018). Foto: M. Adam Isnan/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Barang bukti kasus pemalsu solar berkedok penyedia jasa ekspedisi dan transportasi di Bareskrim Polri (15/02/2018). Foto: M. Adam Isnan/Kriminologi.id

Kriminologi.id - PT Tialit Anugerah Energi memproduksi bahan bakar minyak atau BBM jenis solar palsu menggunakan identitas perusahaan berkedok jasa ekspedisi. Perusahaan yang terletak di terletak di Jalan Raya Cikande, Rangkas Bitung KM 8,5 Jawilan, Serang, Banten, memalsukan identitas tersebut untuk mengecoh petugas demi memuluskan bisinis kejahatannya. 

"Jadi perusahaan ini berkedok sebagai penyedia jasa ekspedisi dan transportasi untuk mengelabui petugas," kata Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis, 15 Februari 2018.

Baca: Perusahaan di Banten Raup Rp 500 Juta Per Bulan Produksi Solar Palsu

Menurut Daniel, selama setahun lebih beroperasi, perusahaan tersebut tidak memiliki ijin usaha yang jelas. Pasalnya, saat polisi memeriksanya, direktur perusahaan sekaligus pemiliknya bernama Suheri (45) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka tak bisa menunjukkan surat ijin usaha perusahaannya. 

Kata Daniel, Suheri ditangkap pada Kamis, 1 Februari 2018 sekitar pukul 11.00 WIB saat tengah berada di kantornya. Berdasarkan keterangan dari Suheri, perusahaan miliknya bisa memproduksi solar palsu sekitar 100 ribu liter per minggu. Dengan begitu, bila ditotal dalam sebulan perusaan Suheri memproduksi solar palsu sebanyak 400 ribu liter. 

"Sehingga keuntungan yang didapat sebesar 1000-1500 rupiah per liter dan keuntungan diperkirakan adalah mencapai 500 juta per bulan," ucapnya. 

Selain menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini, Daniel menyebut, pihaknya juga telah menagamankan sebanyak 9 orang yang tak lain anak buah dari Suheri. Hingga kini mereka masih ditahan untuk dimintai keterangannya terkait pengungkapan kasus pemalsuan solar ini.  

"Yang sudah diamankan sudah ada 10 orang, tapi yang tersangka baru satu si direktur itu," ucapnya.

Dari pengungkapan ini, polisi telah menyita barang bukti antara lain 29 ribu liter minyak mentah sebagai bahan baku solar, 13.500 liter minyak solar hasil pengolahan Suheri selaku Direktur PT. Tialit Anugerah Energi, 2 unit dompleng merek Golden Flying Fish NT 80, 1 unit alkon merek Honda GX, dan 1 unit mesin sedot Ebara.

Baca: Nasib Penimbun Solar, Suap Rp 10 Ribu Terancam Denda Rp 60 M

Selain itu, polisi juga menyita 40 sak karung bubuk Blacing Thianyu, 20 jerigen cairan Blacing, 1 unit truk tangki ukuran 32 ton No,  Pol A 9371 G kosong, 1 unit truk tangki ukuran 8 ton bernomor polisi B 9178 SYV, 1 unit truk tangki ukuran 8 ton bernomor polisi B 9001 VFU berisi 8 ribu liter solar hasil olahan yang ditolak konsumen, serta 1 lembar surat jalan (Delivery Note) No 029/SAE BTN//2018 tanggal 31 Januari 2018.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 53 dan pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dan Pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Produsen Solar Palsu Berkedok Jasa Ekspedisi Kelabui Polisi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu