Ilustrasi perampokan dengan modus gembos ban. Foto: Ist/Kriminologi.id

Ragam Modus Perampokan, Dari Numpang ke Toilet Hingga Sewa Ruko

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 11:30:56 WIB

Kriminologi.id - Seorang tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Armedy Dewangga menjadi korban perampokan di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada 8 Juni 2018. Modus yang digunakan oleh pelaku saat itu adalah dengan berteriak ada ban gembos. Akibat perampokan itu, beberapa barang berharga seperti laptop, uang dan surat penting raib dibawa kabur pelaku.

Minggu, 8 Juli 2018, Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap komplotan perampok spesialis gembos ban yang berkeliaran di Ibu Kota tersebut. Dua pelaku, yakni Ramalia alias Ramli dan Herus Astanto, terpaksa ditembak mati oleh petugas karena mencoba merebut senjata milik petugas.

Selain itu, petugas juga melumpuhkan tiga pelaku lainnya pada bagian kaki karena melarikan diri saat hendak diamankan.

Modus yang digunakan oleh pelaku perampokan tenaga ahli KSP di atas merupakan salah satu dari sekian modus perampokan yang pernah terungkap. Dalam melancarkan aksinya, berbagai modus digunakan oleh para pelaku perampokan.

Bahkan, ada yang tidak diduga-duga sebagai modus perampokan, seperti menawarkan bantuan tertentu. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih waspada dengan berbagai modus yang mungkin dilakukan oleh para pelaku.

Infografik Ragam Modus Perampokan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Selain modus ban gembos, berikut Kriminologi.id rangkum beberapa modus aksi perampokan lainnya yang patut diwaspadai oleh masyarakat.

1. Bantu Keluarkan Kartu ATM Nyangkut

Perampokan dengan modus ini pernah menimpa seorang wanita di Sumatera Utara. Sumiati (37) warga Jalan Bagelen, Kelurahan Deblot Sundoro, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, kehilangan uang sebesar Rp 40 juta di ATM BNI. Derita Sumiati itu bermula dari kartu ATM-nya yang tersangkut di mesin pengambilan uang.

Saat kondisi bingung, Sumiati didatangi dua orang tak dikenal dan masuk ke dalam bilik ATM, lalu menawarkan bantuan untuk mengeluarkan kartu ATM yang tersangkut. Tanpa curiga, Sumiati memberikan nomor PIN kartu ATM kepada para pelaku. Kedua pelaku kemudian mengeluarkan kartu tersebut dengan tusuk gigi. Kartu ATM pun diberikan oleh pelaku kepada Sumiati.

Nahas, sesampai di rumah, Sumiati menerima SMS banking melalu telepon selularnya, yang memberi tahu ada total pengambilan uang sebesar Rp 40 juta. Namun, Sumiati merasa tidak pernah melakukan penarikan uang sebesar itu. Tanpa disadari oleh Sumiati, ternyata bantuan yang ditawarkan oleh dua orang di mesin ATM BNI itu adalah modus pelaku perampokan.

2. Antar Pesanan Ojek Online

Modus perampokan dengan berpura-pura menghantar makanan yang dipesan via ojek online dilakukan oleh seorang pria bernama Usman. Ia menggunakan modus ini untuk melancarkan aksinya dalam menggasak harta benda di rumah kosong dan rumah kos yang ditinggal tanpa pengawasan.

Modus ini pun terbilang sukses karena terhitung sudah delapan kali Usman beraksi di wilayah Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Ketika menjalankan aksinya, pelaku membongkar kos dengan menggunakan tang dan obeng.

Namun, aksi Usman ini akhirnya terbongkar setelah ia beraksi di tempat kos-kosan yang terletak di Jalan Pajajaran, Cicendo, pada Jumat, 1 Juni 2018. Saat itu, ia beraksi saat penghuni kos sedang bekerja sekitar pukul 10-12 siang. Terbongkarnya aksi Usman itu dikarenakan wajahnya terekam CCTV saat membongkar sebuah kos.

3. Numpang WC Minimarket

Modus perampokan lainnya pernah dilancarkan di sebuah minimarket di Karawang. Untuk melancarkan aksinya, seorang pria berpura-pura menumpang WC di minimarket Griya Indah Telukjambe, Kawarang. Aksi perampokan dengan modus ini terungkap setelah viralnya sebuah rekaman CCTV minimarket di media sosial.

Dalam video yang pertama kali viral pada Senin, 28 Mei 2018, itu terlihat pelaku berada di ruangan kantor lalu menggasak sebuah ponsel yang berada di meja tanpa menyadari kamera pengawas sedang mengawasinya.

Tidak berhenti di situ, usai mengambil ponsel si pelaku kembali memasuki ruangan lalu mencari-cari barang lainnya. Saat melihat sebuah tas yang tergeletak di lantai, pelaku langsung mengambil dan membawanya pergi.

4. Menyewa Ruko

Kali ini modus yang digunakan oleh komplotan perampokannya terbilang niat. Pasalnya, untuk melancarkan aksinya, para pelaku telah melakukan pemetaan target, menyewa ruko kosong yang terletak di sebelah bangunan target, hingga dilengkapi dengan peralatan yang lengkap dan memadai.

Modus ini terungkap saat petugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk empat pelaku komplotan pembobol kantor pegadaian pada Jumat, 25 Mei 2018. Modus keempat pelaku tersebut adalah dengan menyewa ruko di sebelah kantor pegadaian, membobol temboknya, dan menguras harta di dalamnya.

Target lokasi pembobolan ini pun sudah dipetakan oleh para pelaku. Mereka beraksi sejak Februari hingga April 2018 di sekitar Kota Bekasi hingga Depok. Dalam aksinya, mereka menggasak uang tunai dan barang elektronik.

5. Memecahkan Kaca

Perampokan dengan modus memecahkan kaca menjadi salah satu modus yang cukup banyak digunakan oleh pelaku. Salah satunya pernah terungkap saat tim Reserse Mobile Polda Sulawesi Selatan berhasil membekuk tiga orang komplotan perampok dengan modus ini. 

Anto Leleng (39) warga Makassar, Asdar alias Adda (21) warga Kabupaten Gowa, dan Jayadi alias Jaya (40) warga Makassar ditangkap ketika tengah pulang ke kampung halamannya usai melakukan aksi perampokan di Papua dengan menggasak uang sebesar Rp 400 juta.

Dari hasil pemeriksaan polisi, para pelaku mengaku telah beraksi di beberapa daerah di Provinsi Papua Barat dan di DKI Jakarta. Pelaku Anto Leleng mengaku melakukan aksinya pada April 2018 di wilayah Sorong dengan melempar pecahan busi motor ke kaca mobil.

6. Tolong Korban Kecelakaan

Aksi kejahatan memang tidak pernah melihat situasi dan kondisi, begitu pun dengan perampokan. Seorang kuli bangunan berinisial DCS (47) ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Helvetia, Medan, Sumatera Utara, karena merampok sepeda motor milik seorang pemuda bernama Willy (24), yang saat itu tengah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pelaku berpura-pura menolong korban untuk membawa kabur motor korban.

Peristiwa ini bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan ketika melintas di Jalan Gatot Subroto, Medan, pada Selasa, 10 April 2018. Pelaku lalu menolong korban dengan menepikan sepeda motor korban.

Setelahnya, pelaku justru melarikan sepeda motor milik korban. Korban yang sedang terduduk dalam keadaan lemas sempat berteriak minta tolong. Namun, pelaku terus saja mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500