Lokasi penjambretan Warsilah di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Sandi Nekat Menjambret Manfaatkan Kelengahan Warsilah Saat Main HP

Estimasi Baca:
Senin, 9 Jul 2018 11:10:02 WIB

Kriminologi.id - Sandi Hariyanto (27), jambret yang menewaskan Warsilah di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat, rupanya sudah mengincar korban. Saat diboncengi oleh sopir ojek online, ketika itu korban sedang membuka handphone (hp). Melihat kondisi ini, Sandi lalu membuntuti motor tersebut dan mendekati korban.

Hal ini dikatakan Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arei Ardian Rishadi di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.  Selain itu, Arei menjelaskan, dalam melancarkan aksi kejahatannya, tersangka kerap berkeliling di seputaran Cililitan dan Rawasari, Jakarta Pusat untuk mencari mangsa.

"Iya berkeliling cari sekiranya yang mudah diambil. Kalau sudah ketemu langsung diikuti," kata Arei.

Arei menjelaskan, saat itu tersangka melihat korban sebagai sasaran empuknya dan mengikuti sampai ke Jalan Ahmad Yani.

"Setelah menemukan sasaran, tersangka mengikuti sampai ke Ahmad Yani," ujarnya.

Saat motor yang dikendarai Sandi mendekati Warsilah, kata Arei, Sandi langsung menarik telepon selular dan dompet korban.

"Tersangka langsung menarik korban yang sedang memegang handphone. Karena dia refleks menahan tasnya, jadi terjatuh," katanya melanjutkan.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b42dec512567-1531109061-68a924bc8b749cf5e5e988632909e917.jpg

Aksi tarik menarik di atas motor ini membuat tubuh korban terjatuh di jalanan beraspal.  Kepalanya membentur aspal tepat di depan PT Gudang Garam, Jakarta Pusat. Korban Warsilah tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Selama seminggu setelah kejadian itu, tersangka bersembunyi di rumah pamannya, Edi Kusbandi (51) di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Menurut pengakuan Edi kepada pihak kepolisian, keponakannya itu panik karena selama seminggu polisi gencar mencari keberadaan Sandi.

Kemudian, kata Edi, keponakannya itu lalu menuruti nasihatnya dan menyerahkan diri ke Mapolsek Jagakarsa pada Minggu, 8 Juli 2018 sekitar pukul 16.30 WIB. Dari Polsek Jagakarsa, tersangka lalu petugas serahkan ke Polres Jakarta Pusat pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama.

Atas kasus ini, selain menahan Sandi, petugas juga menahan beberapa barang bukti diantaranya rekaman CCTV di Jalan Ahmad Yani, 1 unit sepeda motor Suzuki Satria FU hitam dengan nomor polisi B 3534 FRG, satu tas berisi kartu identitas korban, uang senilai Rp 1.100.000, serta satu unit telepon selular Xiaomi warna emas.

Tersangka terjerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. RZ

Reporter: Walda Marison
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500