Ilustrasi Suap. Foto: Pixabay.com

Selain Alwaleed bin Talal, Ini Modus Korupsi Pangeran Arab

Estimasi Baca:
Senin, 6 Nov 2017 17:10:29 WIB

Kriminologi.id - Sebelas pangeran Arab Saudi menjadi sasaran Badan Antikorupsi yang dibentuk Raja Salman bin Abdulaziz terkait upaya bersih-bersih di negara itu.

Dilansir New York Times, seorang pejabat senior Arab Saudi yang menolak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters, bahwa penyuapan, penggelapan, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi adalah tuduhan yang akan diajukan kepada pangeran yang telah ditahan itu.

Mereka dituduh melakukan tindakan yang bertujuan memperkaya diri sendiri dan perusahaannya.

Baca: Indeks Persepsi Korupsi, Arab Saudi Peringkat Ke-62 

Pangeran Alwaleed bin Talal, orang terkaya di Arab Saudi yang juga pemilik perusahaan Kingdom Holding Company menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan pejabat dalam kasus yang belum dijelaskan secara rinci namun diduga untuk memperkaya diri sendiri dan perusahaannya. 
 
Sementara Pangeran Miteb bin Abdullah yang dicopot dari jabatan Menteri Garda Nasional bersiap menghadapi tuduhan penggelapan, mempekerjakan karyawan bayangan, dan memberikan kontrak pekerjaan kepada perusahaannya sendiri, termasuk kesepakatan senilai US$ 10 miliar untuk pengadaan alat komunikasi walki-talkie dan perlengkapan militer antipeluru senilai miliaran riyal Arab Saudi.

Pangeran Turki bin Abdullah yang juga dicopot dari jabatan Gubernur Riyadh dituduh melakukan korupsi di proyek Metro Riyadh dan memanfaatkan pengaruhnya untuk memperkaya dirinya sendiri dengan memberikan kontrak pengerjaan kepada perusahaan miliknya.

Baca: Basmi Korupsi Ala Raja Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal Ditahan

Pangeran Ibrahim al-Assaf yang baru dicopot dari kursi Menteri Keuangan dan anggota Dewan Eksekutif perusahaan minyak nasional Saudi Aramco dituduh melakukan penggelapan terkait dengan proyek perluasan Masjidil Haram dan mengambil keuntungan dari transaksi lahan dengan cara memanfaatkan posisinya dan menerima infromasi dari pihak dalam perusahaan.

Setelah melakukan penahanan terhadap pangeran dan para menteri serta mantan menteri, Badan yang dipimpin putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman tersebut juga mengumumkan telah membuka kembali berkas kasus banjir Jeddah tahun 2009 dan penyelidikan menyebarnya sindrom pernapasan Timur Tengah atau dikenal dengan sindrom MERS yang merebak di Arab Saudi pada 2012. RZ

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500