Ilustrasi sabu-sabu Fotp: Kriminologi.id

Sesudah Sabu-sabu dalam Novel, Muncul Modus Baru di Bandara Juanda

Estimasi Baca:
Senin, 16 Okt 2017 10:30:19 WIB

Kriminologi.id - Modus pelaku untuk mengedarkan sabu-sabu semakin bervariasi. Setelah polisi mengungkap modus penyimpanan sabu-sabu di dalam novel di Jakarta, 4 Oktober 2017, petugas Bea dan Cukai Juanda, Jawa Timur, menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu dengan modus lain melalui jalur udara di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Petugas meringkus pria berinisial AS, lantaran menyisipkan 745 gram sabu-sabu ke bagian bawah alat pemanas air atau biasa disebut water heater. Untuk mengelabui petugas, sabu-sabu tersebut dikemas dalam empat bungkus plastik.

Kepala Bea dan Cukai Juanda, Mochammad Moelyono menuturkan pelaku ditangkap di terminal 2 kedatangan internasional Bandara Juanda Surabaya pada akhir pekan lalu usai turun dari pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Juanda Surabaya.

Baca: Setelah Narkoba dalam Novel, Polisi Temukan Sabu-sabu di Tempat Wafer

"Modus menyimpan narkoba sabu di dalam media lain, seperti pemanas air ini merupakan kali pertama dilakukan di Bandara Internasional Juanda, setelah sebelumnya banyak digagalkan upaya penyelundupan narkoba sabu di dalam gagang koper atau juga pada bagian bawah koper," kata Moelyono, Senin, 16 Oktober 2017.

Dari data yang ada, upaya penggagalan penyelundupan sabu-sabu di Juanda merupakan yang ke-27, dengan jumlah narkoba yang berhasil disita sekitar 10,2 kilogram.

Baca: Sabu-sabu 1,7 Kg dalam Novel Diduga Asal Malaysia
 
Atas kasus itu, kata dia, pelaku dijerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan pidana penjara paling lama 20 tahun kurungan penjara.

Modus pelaku yang mengelabui petugas, dengan menyelundupkan sabu-sabu ke dalam alat pemanas air hampir serupa dengan yang terjadi pada Rabu, 4 Oktober 2017. Tiga pengedar sabu jaringan internasional yang salah satunya ibu rumah tangga diciduk polisi lantaran mengedarkan barang haram tersebut.

Modus yang digunakan pelaku adalah menjual sabu-sabu dengan menggunakan buku novel yang telah dibolongi di bagian tengahnya. Buku novel Shadowhunter Academy dimodifikasi menjadi pembungkus sabu-sabu sebanyak 1.766,63 gram.

Sabu-sabu dalam novel, Kriminologi.id

"Buku Novel tersebut sebelumnya telah diberikan lubang pada bagian tengah dengan disisipkan ke bekas bungkusan pembersih wajah atau bekas bungkus sabun mandi untuk mengelabui petugas,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Diduga kuat sabu-sabu itu berasal dari Malaysia berdasarkan buku novel yang dipakai untuk menyimpan narkoba. Polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 1561,53 gram yang dibungkus menjadi 19 bagian di dalam 3 buku Novel berjudul Shadowhunter Academy yang berasal dari Malaysia. AN

Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Bobby Chandra
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500