Pixabay.com

Suami Istri Kantongi Rp 152 Juta Hasil Penipuan Arisan Online

Estimasi Baca:
Sabtu, 10 Mar 2018 19:45:28 WIB

Kriminologi.id - Sepasang suami istri masing-masing bernama M Rahadi (24) dab Marisa Safitri (27) terpaksa mesti berurusan dengan polisi. Keduanya ditangkap jajaran Polresta Jambi setelah terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan bermodus arisan online. Atas perbuatan mereka, uang Rp 152 juta milik para peserta arisan ludes.

“Pasangan suami istri bertempat tinggal di Perum Artha Uli, RT 26 Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Setelah diperiksa kepolisian, keduanya langsung ditahan,” kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Komisaris Yudha Lesmana, di Jambi, Sabtu, 10 Maret 2018. 

Baca: Penipuan Berkedok Arisan Online Mama Yona, Aset Rp 1,4 Miliar Disita

Yudha menjelaskan, penangkapan tersangka suami istri tersebut bermula dari laporan warga Perum Puri Ratu Daha Indah, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Kotabaru, bernama Oktavia Saputri. Berdasarkan laporan bernomor LP/B-250/III/2018/SPKT II/ Resta Jambi pada 8 Maret 2018 itu, wanita berusia 24 tahun itu mengaku menjadi korban Rahadi dan Marisa dengan modus arisan online.

Menurut keterangan korban, kata Yudha, tersangka Marisa awalnya menawarkan arisan online kepada korban dengan menjanjikan keuntungan 150 persen dari nilai investasi dalam jangka waktu hanya sebulan. Karena tergiur keuntungan besar, korban kemudian menransfer sejumlah uang sebesar Rp 3 juta kepada Marisa. Transfer itu dilakukan tercatat pada 26 Januari 2018.

Dua minggu berselang, tersangka Marisa kembali menawarkan kepada korban agar memberikan uangnya lagi. Kali ini, Marisa menjanjikan keuntungan jauh lebih besar sekira 220 persen. Tanpa curiga, korban yang sudah berangan-angan akan mendapatkan keuntungan lebih kurang Rp 18,6 juta akhirnya kembali menransfer uang sebesar Rp 5,5 juta.

Selanjutnya, sebelum waktu pencairan keuntungan tiba, Marisa kembali menawarkan kepada korban untuk menginvestasikan uangnya lagi. Investasi terakhir ini, korban dua kali menransfer uang kepada Marisa masing-masing sebesar Rp 2 juta dengan janji keuntungan Rp 8,5 juta dan Rp 1,1 juta dengan keuntungan Rp 2 juta.

Baca: Tak Tepati Janji, Mahasiswi Laporkan Pengelola Arisan Online

"Namun hingga lewat waktu pencairan, korban tidak kunjung menerima keuntungan dari uang yang diinvestasikannya, sebagaimana yang dijanjikan tersangka Marisa,” kata Yudha.

Akhirnya, pada Kamis, 8 Maret 2018 korban Oktavia Saputri bersama para korban penipuan lainnya mendatangi rumah Marisa. Oleh para korban, pasangan suami istri itu digelandang ke Polresta Jambi untuk dilaporkan secara resmi.

Yudha menyebut, dari hasil pengembangan yang dilakukan pihaknya diketahui ada 28 orang yang mengikuti arisan tersebut. Nilai uang yang ditransfer para korban kepada tersangka bervariasi. Total kerugian yang dialami para korban lebih kurang Rp 152 juta. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500