Ilustrasi perampokan mobil. Foto: Ist/Kriminologi.id

Surat Kapolda Akhiri Pelarian Buronan Perampok Bermodus Pecah Kaca

Estimasi Baca:
Sabtu, 21 Apr 2018 20:05:22 WIB

Kriminologi.id - Komplotan perampok dengan modus pecah kaca yang beranggotakan tiga orang dibekuk tim Reserse Mobile Polda Sulawesi Selatan. Ketiganya ditangkap ketika tengah pulang ke kampung halamannya usai melakukan aksi perampokan di Papua dengan menggasak uang sebesar Rp 400 juta. 

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Dicky Sondani, mengatakan ketiga pelaku antara lain bernama Hariyanto alias Anto Leleng (39), warga Makassar. Kemudian Asdar alias Adda (21), warga Kabupaten Gowa. Terakhir Jayadi alias Jaya (40) warga Makassar. Ketiganya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Papua Barat.

"Untuk buronan dari Polda Papua Barat sudah berhasil diamankan oleh anggota Resmob Polda Sulsel. Kini para pelaku sedang diinterogasi di posko resmob dulu sebelum diserahterimakan ke Polda Papua Barat," kata Dicky Sondani di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 21 April 2018.

Dicky menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga orang kawanan rampok bermodus pecah kaca bermula adanya surat dari Kapolda Papua Barat, Brigadir Jenderal Rudolf A Rodja kepada Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Umar Septono. Surat bernomor B/337/IV/2018 berisi tentang permohonan bantuan untuk menangkap pelaku curat pecah kaca mobil di Polresta Sorong. 

Dari surat permohonan bantuan itulah, kemudian Kanit Resmob Polda Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Edy Sabhara Manggabarani, memerintahkan anak buahnya untuk membantu Polda Papua menyelidiki dan menangkap pelaku yang telah buron itu. Hasilnya, pada Sabtu, 21 April 2018 sekitar pukul 05.30 WITA, polisi menangkap pelaku Anto Leleng di rumahnya di Jalan Lure beserta barang bukti.

Usai menangkap Anto, operasi penangkapan dialnjutkan dengan mengamankan pelaku lainnya yaitu Jayadi di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Rapokaling Makassar. Kemudian, pelaku terakhir yang ditangkap yakni Asdar di Jalan Abubakar Lambogo Makassar.

Saat pihak kepolisian melakukan penangkapan, kata Dicky, ketiga pelaku melakukan perlawanan. Akibatnya, menyebabkan luka-luka pada bagian tubuhnya. Pelaku Anto Leleng sempat naik ke atap seng kemudian lompat. Tangan, kaki dan kepalanya luka karena terbentur. Begitu juga dengan pelaku Jayadi. Dia berusaha kabur dengan menabrak dinding teripleks sehingga mengalami luka gores.

Dari hasil pemeriksaan polisi, para pelaku mengakui semua kejahatannya selama beraksi di beberapa daerah, baik di Provinsi Papua Barat maupun di DKI Jakarta. Pelaku Anto Leleng mengakui telah melakukan aksinya pada April 2018 di wilayah Sorong dengan melempar pecahan busi motor ke kaca mobil. Dari aksi itu, dia berhasil menggasak tas berisi uang sekitar Rp 400 juta. 

Adapun pembagian hasilnya, Anto Leleng mengaku mendapat jatah sebesar Rp 150 juta. Kemudian pelaku Asdar mendapat jatah pembagian Rp 130 juta. Adapaun yang terkcil jumlahnya Jaya, mendapatkan jatah Rp 110 juta.

"Setelah semua pelaku berhasil ditangkap dan diinterogasi secara singkat, para pelaku ini akan diserahterimakan kepada Polda Papua Barat untuk diproses lebih lanjut," ucapnya.

KOMENTAR
500/500