Terima Order 52 KM, Mulud Terjerat Modus Perampokan Taksi Online

Estimasi Baca :

Modus pencurian taxi online. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Modus pencurian taxi online. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Modus perampokan sopir taksi online dengan memesan melalui aplikasi belakangan marak terjadi. Kasus terbaru menimpa Mulud, sopir taksi online Grab yang dibunuh enam orang yang berpura-pura menjadi penumpang. Sebelum dibunuh para pelaku, Mulud menerima order sejauh 52 KM dari kawasan Bojonggede menuju kawasan kebun teh di Leuwiliang, Bogor Jawa Barat.

Peristiwa itu menimpa pensiunan pegawai negeri sipil, Mulud yang berusia 63 tahun. Awalnya, warga Bojonggede, Bogor, Jawa Barat itu menerima order dari Vino yang berlokasi di Villa Asia Bojonggede dengan tujuan ke kebun teh Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.

Pemesanan melalui aplikasi itu dilakukan Vino atau YA di kawasan Bojonggede, Bogor, Jawa Barat,  pada pukul 12.13 WIB, Sabtu, 16 Desember 2017.

"Ternyata bapak dapat orderan terakhir itu di Bojonggede jam 12.13 WIB. Setelah itu Minggu paginya kita dapat laporan dari kerabat, bahwa identitas bapak ditemuin di Cisolok," ujar Mujiono, anak pertama Mulud kepada Kriminologi, Rabu, 3 Januari 2018.

Saat di tiba di kawasan Leuwiliang, tersangka lalu meminta korban untuk istirahat. Korban kemudian tertidur di jok sopir mobil merek Datsun GO. Pelaku De kemudian menusukkan pisau badik ke tubuh korban.

Baca: Tewas Dibunuh, Mulud Pensiunan PNS yang Memilih Jadi Sopir Grab

Mayat korban kemudian dibuang di wilayah perkebunan di Jalan Raya Cisolok Lampungharja Sukabumi, Jawa Barat, dan ditemukan warga pada Senin, 25 Desember 2017.

Mulud sopir Grab Car yang tewas di Sukabumi. Foto: Ist/Kriminologi.id 

Sebelumnya, keluarga korban yang mendapat informasi kehilangan anggota keluarganya kemudian mencari korban ke daerah Cisolok yang berjarak sekitar 124 kilometer dari rumah korban. Di Polsek Cisolok, Mujiono hanya mendapati barang tersebut adalah benar milik ayahnya.

"Setelah saya sampai Polsek Cisolok, saya pastikan bahwa barang-barang itu milik Bapak yakni tas dan dompet. Namun ada tiga barang yang saya yakini bukan milik bapak, seperti dua sweater dan satu badik," kata Mujiono.

Keesokan harinya, Mujiono kembali mencari ayahnya di kawasan yang sama, namun setelah dua hari pencarian tidak ada hasil. Bahkan, keluarga korban sempat menelusuri lewat riwayat aplikasi yang digunakan korban.

"Minggu tanggal 24 Desember, kami cari lewat riwayat aplikasi Grab Bapak. Disitu terlihat terakhir kali Bapak narik atas nama Vino, Villa Asia Bojong Gede, tujuan ke kebun teh Cirangsad Cigudeg," kata Mujiono.

Pencarian terhadap jasad Mulud pun dilanjutkan ke daerah Cigudeg, Banten, yang berbatasan dengan Jawa Barat. Namun sayangnya pencarian yang mengarah ke kebun teh itu belum membuahkan hasil.

"Tanggal 25 Desember pagi kami berangkat lagi ke daerah Pelabuhan Ratu berdasarkan petunjuk dari salah satu kerabat. 

Namun di tengah perjalanan, pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa jasad korban ditemukan di kawasan perkebunan warga di Jalan Raya Cikotok Lampungharja Sukabumi, Jawa Barat.

Polda Jawa Barat kemudian menangkap empat pelaku di antaranya adalah Vino, yang berperan sebagai pemesan transportasi online itu melalui aplikasi. Ia juga berperan sebagai otak pembunuhan.

Selain itu polisi juga menangkap RR (25) dan UH (44). Keduanya warga Kampung Pangkalan, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang bertugas sebagai perantara pembelian mobil korban merek Datsun GO. 

Baca: Sopir Grab Tewas Dibunuh, Begini Cara Keluarga Temukan Jasad Mulud

Terakhir polisi juga menangkap IS (32) yang berperan sebagai penadang barang curian. Para pelaku diketahui sengaja memesan angkutan online itu untuk menguasai harta korban. Polisi juga tengah memburu dua pelaku lainnya yang juga turut melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap Mulud.

Selain kasus tewasnya Mulud, perampokan dengan modus berpura-pura menjadi penumpang transportasi online juga terjadi di sejumlah daerah. 

Ali Gufron (23), seorang sopir taksi online, tewas dan jasadnya dibuang di lahan kosong di Jalan Kampung Kalkal, Desa Pamolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu, 25 November 2017.

Melalui aplikasi, para pelaku minta diantar ke sebuah kawasan di Bangkalan Madura, dari Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur yang berjarak dua jam perjalanan.

Empat tersangka kemudian ditangkap di lokasi berbeda usai peristiwa itu, seorang diantara pelaku adalah perempuan.

Baca: Sopir Taksi Online Dihabisi 4 Orang di Mobil Saat dalam Perjalanan

Modus yang sama juga digunakan kawanan perampok sopir taksi online di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa, 24 Oktober 2018. Polisi menangkap empat pelaku perampokan tersebut. Para pelaku mengikat korbannya dengan tali rafia dan melakban mulut korban. 

Sementara itu di Palembang, seorang sopir taksi online, Hendi Gunawan, warga Jalan Sersan KKO Badaruddin Palembang, menjadi korban perampokan oleh penumpangnya.

Hendri mendapatkan order penumpang dari kawasan Masjid Agung Palembang menuju Ogan Ilir yang berjarak 30 kilometer, Selasa 24 Oktober 2017, pukul 23.00 WIB. Saat di tempat sepi, pelaku yang diketahui lebih dari satu orang menyekap Hendi dari belakang. Korban diikat tangan dan kaki dan dibuang ke semak-semak. AS

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Terima Order 52 KM, Mulud Terjerat Modus Perampokan Taksi Online

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu