Tuduh Mata-mata, Pelaku Penculikan Minta Tebusan Rp 110 Juta

Estimasi Baca :

Ilustrasi Penculikan. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Penculikan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Abdullah bin Ahmad (46) warga Gampong Gahru, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya menjadi korban penculikan dan penyekapan oleh tujuh orang. Selain menculik dan menyekap, pelaku juga meminta tebusan sebesar Rp 110 juta.

Penculikan itu berawal saat Abdullah dituduh pelaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN), pada Selasa, 15 Mei 2018 sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku menggunakan mobil minibus Avanza putih dengan nomor polisi BL 1011 J.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Sumarso di Banda Aceh, Senin, 21 Mei 2018, mengatakan, Tim Jatanras Polda Aceh bersama Tim Reskrim Polres Pidie dan Polres Lhokseumawe kemudian berhasil menangkap empat pelaku setelah mendapat laporan dari istri korban, Nur Hajjah. Adapun tiga pelaku lainnya masih diburu polisi.

"Istri korban melaporkan suaminya diculik sekelompok orang di rumah mereka pada Selasa (15/5) sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku tiga orang menggunakan mobil minibus Avanza putih dengan nomor polisi BL 1011 J," kata Sumarso di Banda Aceh, Senin, 21 Mei 2018, seperti dilansir Antara.

Menurutnya keempat tersangka ditangkap di dua tempat terpisah. Sedangkan korban bernama Abdullah bin Ahmad berhasil diselamatkan. Empat penculik yang ditangkap tersebut yakni MS (24) warga Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dan D (38), warga Gampong Keude Krueng Geukeuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Tersangka MS dan D ditangkap pada Jumat, 18 Mei 2018 sekitar pukul 06.30 WIB saat menaiki sepeda motor melaju dari arah Krueng Geukeuh menuju Nisam, Aceh Utara. Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial S (38) warga Gampong Blang, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, dan JA (36), warga Dusun Jeumpa, Gampong Meuria, Pidie Jaya.

Sementara, tiga pelaku penculikan yang masih dikejar yakni MAH (40), warga Gampong Krueng Geukeuh, Kota Lhokseumawe, F alias Apa De (35) warga Gampong Batee, Kabupaten Pidie, DG (32) warga Gampong Uteun Rayeuk, Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diculik dengan tuduhan sebagai mata-mata atau intelijen BNN. Kemudian, pelaku membawa korban ke arah Lhokseumawe.

"Pelaku di bawa ke sebuah rumah kosong. Di rumah itu, pelaku berinisial MAH menyeret korban dengan ancaman senjata api laras panjang ke semak-semak. Korban dipukul, digeledah, dan dompetnya diperiksa," ujar Kombes Pol Sumarso.

Lalu, pelaku MAH menghubungi istri korban menggunakan telepon genggam korban meminta dikirimi uang tebusan Rp 110 juta. Dan keesokan harinya, pelaku S menyampaikan bahwa uang tebusan sudah dikirim ke rekening MAH sebesar Rp 50 juta.

Namun karena uang tebusan tidak sesuai permintaan, MAH memerintahkan S agar korban Abdullah menghubungi keluarganya untuk segera mengirim kekurangan uang tebusan Rp 60 juta.

"Tapi, keluarga korban hanya mengirimi Rp 32 juta, sehingga total uang yang sudah dikirim mencapai Rp 82 juta. Para pelaku tetap menyandera korban karena uang tebusan tidak mencukupi," sebut Kombes Pol Sumarso.

Hasil penyelidikan di lapangan, kata dia, diketahui pelaku membawa korban ke kawasan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Pada Jumat, 18 Mei 2018 sekitar pukul 03.30 WIB, tim gabungan melihat minibus yang digunakan kawanan penculik. 

Petugas mengejar mobil tersebut hingga akhirnya berpapasan di Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Minibus berhenti setelah dilakukan penembakan peringatan tiga kali.

Dua orang di mobil tersebut berhasil melarikan diri. Seorang di antaranya berinisial DG yang kini masuk daftar pencarian orang.

"Kini, ke empat tersangka beserta barang bukti diamankan di Polda Aceh guna pengusutan lebih lanjut. Para tersangka dijerat Pasal 328 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP," ujar Kombes Pol Sumarso. AS

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Tuduh Mata-mata, Pelaku Penculikan Minta Tebusan Rp 110 Juta

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu