Pixabay.com

Tuduhan Jadi Modus Preman di Padang Peras Harta Wisatawan

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Apr 2018 18:00:09 WIB
Preman di Padang peras wisatawan dengan menunduhnya meklakukan sesuatu.

Kriminologi.id - Sebanyak tiga preman bernama Micahel, Keanu, dan M Irsyad ditangkap jajaran Polres Kota Padang, Sumatera Barat. Ketiganya diduga melakukan pemerasan terhadap wisatawan lokal maupun asing dengan modus menuduh korbannya. 

“Para pelaku memeras korbannya di sejumlah objek wisata di Padang. Mereka memeras wisatawan baik local maupun nasional. Karena itu, ketiganya kami tangkap,” kata Kapolresta Padang, Ajun Komisaris Besar Yulmar Try Himawan di Padang, Sumatera Barat, Rabu, 11 April 2018.

Berdasarkan catatan kepolisian, menurut Yulmar, komplotan ini telah melakukan aksi pemerasan di 14 lokasi objek wisata di Padang. Itu seperti di kawasan Pantai Padang dan GOR Haji Agus Salim. Dari caranya mereka beraksi, diketahui menggunakan beragam modus. Salah satunya mendatangi korban di lokasi wisata dan menuduhnya telah memukul adiknya.

Dari tuduhan tersebut, kemudian para tersangka menyita telepon genggam milik korban. Usai memberikan ponselnya kepada pelaku, keduanya meminta korban menunggu di lokasi. Alasannya, karena para pelaku akan menemui adiknya yang dipukul dan membawanya ke korban.

"Namun kedua tersangka itu tidak datang dan membawa lari telepon seluler korban," ujarnya.

Tak hanya modus dengan menuduh melakukan pen ganiayaan, kedua tersangka juga memiliki modus lain, yaitu mendatangi pengunjung yang berpasangan ke lokasi wisata. Di situ, tersangka menuduh kedua pasangan itu melakukan maksiat atau mesum. Mereka meminta korban memberikan telepon mereka sebagai denda.

"Mereka ini mulai beroperasi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, lalu mencari korban yang dapat mereka peras," katanya.

Atas perbuatannya, Yulmar mengatakan, kedua pelaku disangkakan Pasal 385 juncto Pasal 55 Kitab Hukum Undang-undang Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana kurungan maksimal enam tahun. Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan patroli terutama terhadap aksi premanisme dan tawuran di seluruh wilayah Kota Padang.

"Kami mengajak seluruh masyarakat ikut berpartisipasi memberikan kenyamanan pada pengunjung dengan cara melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aksi tersebut," katanya. 

KOMENTAR
500/500