Ilustrasi amplop dokumen. Foto: Ist/Kriminologi.id

Waspada Modus Penipuan Amplop Dokumen di Depan Rumah

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Nov 2017 13:45:51 WIB

Kriminologi.id - Kapolres Aceh Barat Daya, Aceh Ajudan Komisaris Besar Polisi Andy Hermawan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada terhadap aksi penipuan mulai dari peredaran uang palsu hingga penyebaran amplop yang dijatuhkan di depan rumah warga.

"Dalam amplop itu ada surat tanahnya, ada rekeningnya, ada ceknya. Itu modus yang dilakukan penipu untuk mendapatkan hasil. Jadi, kami selaku aparat hukum mengimbau warga agar jangan gampang terpengaruh terhadap aksi penipuan itu," katanya di Blangpidie, Rabu, 29 November 2017.

Kapolres mengeluarkan imbauan tersebut terkait maraknya aksi penipuan yang belakangan ini terjadi di seluruh pelosok nusantara, mulai dari peredaran uang palsu dan penyebaran amplop berisikan dokumen seperti surat tanah, rekening bank hingga cek. Untuk modus penyebaran amplop ini, pelaku sengaja menjatuhkannya  di depan rumah warga.

"Kalau ada warga yang menemukan seperti itu, jangan ditelepon. Akan tetapi konsultasikan dulu dengan pihak kepolisian terdekat untuk menghindari kerugian, modus ini banyak terjadi saat ini. Warga terpengaruh karena dokumen yang dijatuhkan itu seolah-olah valid, sehinga warga percaya langsung telepon," katanya.

Baca: Modus Kiai Gadungan, Pelaku Ceramahi Lalu Rampas Harta Korban

Andy berkata, meskipun kasus penipuan berkedok penyebaran amplop berisi dokumen palsu itu belum terjadi di Kabupaten Abdya. Namun, sudah banyak warga daerah lain yang menjadi korban penipuan dengan modus tersebut.

"Banyak beredar seperti itu, pelaku meninggalkan amplop berisi dokumen kemudian didapatkan oleh warga. Kemudian warga yakin dokumen yang didapatkan itu valid sehingga ditelepon pelaku. Pasti nyambung sehingga terjadi penipuan," ungkapnya.

Selain aksi penipuan berkedok amplop, saat ini juga sedang trennya penipuan berbelanja dengan menggunakan uang palsu yang sasaran pelaku di pasar-pasar tingkat kecamatan hingga pedesaan, seperti belakangan ini yang terjadi di Kabupaten Abdya.

"Kasus uang palsu yang pelakunya warga Abdya sudah kita amankan dan sudah kita limpahkan ke pihak Kejaksaan. Dari hasil penyedilikan, uang palsu yang diedarkan tersebut berasal dari daerah lain yang sengaja diedarkan di kabupaten ini," katanya.

Baca: Penipuan Bermodus Belanja Pakai Uang Palsu Terungkap

Andy juga mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat agar hati-hati dan waspada saat melakukan transaksi jual beli di pasar-pasar supaya terhindar dari uang palsu yang merugikan, karena semakin maju peradapan semakin maju penipuan.

"The crime is shadow of civilization. Kejatahan adalah bayang-bayang peradaban. Jadi, semakin maju peradapan semakin maju penipuan. Dan kami pihak kepolisian terus belajar mengikutinya agar masyarakat terlindungi dari aksi penipuan itu," katanya.

Untuk modus belanja dengan uang palsu, baru-baru ini ditangkap seorang wanita paruh baya bernama Ani Lestari yang  menipu pedagang di Pasar Pesing, Jakarta Barat dengan cara membelanjakan uang palsu untuk mendapat kembalian uang asli. Aksinya terbongkar setelah pedagang yang menjadi korban melapor ke polisi. 

Wanita Tipu Pedagang dengan uang palsu

Dua orang pedagang di Pasar Pesing yang menerima uang Ani, yakni Kasmurah dan Dimyati melapor kepada polisi. Laporan itu dilakukan setelah keduanya menyadari bahwa uang yang diberikan kepada mereka adalah uang palsu, sementara korban telanjur memberikan uang kembalian kepada pelaku.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Yuni Eko Sulistiono
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500