Polisi pelaku pemerasan, Foto:

Waspada, Pemerasan Modus Penangkapan Narkoba Kembali Marak

Estimasi Baca:
Jumat, 20 Okt 2017 12:00:47 WIB

Kriminologi.id - Pernah menerima telepon dari orang yang mengaku polisi dan mengatakan telah menangkap anggota keluarga yang terlibat narkoba lalu meminta tebusan uang? Bisa jadi mereka adalah pelaku pemerasan bermodus penangkapan narkoba.

Modus kejahatan itu menimpa Sugianto yang tinggal di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Ia diperas Rp 50 juta untuk menebus anaknya yang ditangkap karena kepemilikan narkoba.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 14 Oktober 2017 lalu. Sugianto menerima telepon dari pelaku pemerasan yang mengaku sebagai anggota kepolisian. Orang itu menjelaskan telah menangkap anaknya, Yanuarista karena menjadi bandar narkoba.  

Baca: Anak Dituduh Bandar Narkoba, Sugianto Diperas 2 Polisi Rp 50 Juta

Percakapan selanjutnya, pelaku meminta Sugianto menyiapkan uang Rp 50 juta sebagai uang tebusan agar anaknya tak diproses di kepolisian. Sugianto yang merasa ketakutan menyanggupi permintaan itu.

Penyerahan uang disepakati dilakukan pada esok hari, Minggu 15 Oktober 2017 di kawasan Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan. 

Dari jumlah yang telah disepakati, Sugianto hanya sanggup membayar Rp 35 juta saja kepada pelaku. Uang itu diberikan Sugianto di sebuah ATM yang berada di depan Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Karena pembayaran dianggap kurang, Sugianto belum dipertemukan dengan anaknya. Pelaku masih menahan anak Sugianto untuk menjamin sisa pembayaran Rp 15 juta

Untuk menggenapi Rp 50 juta, ia bersama pelaku kemudian secara bersama-sama menuju restoran cepat saji McD di kawasan Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan.

Di tempat itu, Sugianto kembali menyerahkan Rp 12,5 juta kepada pelaku yang akhirnya mempertemukan Sugianto dengan anaknya. Namun pelaku tak mengembalikan telepon genggam milik Yanuarista dengan alasan untuk melakukan pengecekan secara forensik.

Baca: Peras Korban Rp 50 Juta, 2 Polisi Mengaku Butuh Uang

Beberapa jam setelah itu, pelaku kembali menghubungi Sugianto untuk menagih kekurangan uang Rp 2,5 juta yang belum dibayarkan. Akhirnya disepakati Sugianto akan memberikan kekurangan uang secara langsung kepada pelaku di Carrefour Bintaro .

Sugianto yang merasa telah diperas rupanya telah melaporkan hal ini ke Polres Tangsel. 

Petugas kepolisian yang mendengar pelaku pemerasan mengaku sebagai anggota kepolisian langsung meneruskan laporan kepada Seksi Propam dan Satreskrim Polres Tangsel untuk melakukan perburuan dan penangkapan pelaku.

Di lokasi yang telah disepakati Sugianto dan pelaku untuk menyerahkan kekurangan uang tersebut, kedua pelaku yang ternyata memang benar anggota kepolisian akhirnya berhasil ditangkap. Sementara dua rekan mereka keburu kabur.

"Saat ini keduanya sudah ditahan di rutan sementara Polres Tangsel," ujar Kasat Reskrim Polres tangsel AKP Alexander Yurikho, Kamis 19 Oktober 2017

Kedua pelaku pemerasan itu adalah Bripka Nanang Rusdiana dan Bripka Dondi Effendi yang bertugas di di Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, dan Basubbagkampol Yanma Polri.

Sementara itu kedua rekan mereka yang diketahui bernama Ari dan Rico keburu kabur sebelum penangkapan dilakukan.

Baca: Pria Bermodus Polisi, Tipu dan Intimidasi Korban

Barang bukti yang disita dalam pengungkapan kasus pemerasan ini adalah 1 pucuk senjata api cobra nomor 607293 lengkap dengan 4 butir peluru milik Bripka Nanang. 1 Pucuk senjata api pindad R1-V1 S1760513 dengan lima butir amunisi milik Bripka Dondi Efendi.

Selain itu, 2 buah Kartu Tanda Anggota Polri milik kedua pelaku juga disita bersama 1 buah Kartu Senpi atas nama Bripka Nanang Rusdiana dan 1 buah ponsel merek Iphone berwarna merah milik Yanuarista. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500