Mayat pasutri Benhil ditemukan di sungai Purbalingga Foto: Ist/Kriminologi.id

Perampokan Pasutri Benhil, Begini Cerita Pilu Istri Tersangka

Estimasi Baca:
Kamis, 14 Sep 2017 16:55:17 WIB

Kriminologi.id - Ahmad Zulkifli, tersangka pembunuhan sadis disertai perampokan tewas diterjang timah panas petugas. Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah lebih dulu menangkap Ahmad Zulkifli bersama dua rekannya EK dan SU di Jawa Tengah, sebelum akhirnya tewas ditembak karena melawan.

Sadis. Bermodal kata itu, Kriminologi mencoba menelusuri tentang sosok Zul, panggilan akrab Ahmad Zulkifli hingga tega berbuat di luar nalar kepada Husni Zarkasih dan istrinya Zakiyah Masrur. Pasangan suami istri itu diketahui sebagai majikan Zul.

Kabar peristiwa pembunuhan dan perampokan beberapa waktu lalu itu, ternyata mengagetkan warga Kampung Poncol, Kelurahan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, tempat di mana Ahmad Zulkifli tercatat sebagai warga.

Kriminilogi mendatangi lokasi yang terkenal sebagai sentra konveksi dan penjualan bahan pakaian di Kota Tangerang itu. Deretan pertokoan dan kios-kios bahan tekstil berjajar di sepanjang Jalan Cipadu.

Tak sulit menemukan Kampung Poncol. Kriminologi hanya butuh 2 arahan warga untuk sampai ke lokasi yang padat dan tak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Gang-gang sempit yang hanya bisa dilalui dua lajur sepeda motor mengantarkan ke sebuah rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

Di sebuah rumah tak berpagar, seorang perempuan kurus dengan baju terusan cokelat menyapa hangat. Ibu Warji namanya, istri Ketua RT setempat dengan antusias menceritakan bahwa Zul, hanya mencatut alamat saat pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di lokasi itu.

BACA: FOTO: Daftar Barang Gasakan Pembunuh Pasutri Benhil

"Pelaku memang RT di sini, tapi dia numpang KTP saja. Saya tidak kenal, Bapak juga tidak kenal. Yang dimaksud itu rumah saudara istrinya,” ujarnya berusaha menjelaskan.

Seakan tak ingin memberikan informasi lebih lanjut tanpa izin, dia kemudian menghubungi suaminya dan meminta Kriminologi untuk berbicara langsung.

"Iya, benar, saya ketua RT 05. Semalam, saya membantu mengurus surat-surat untuk pemakaman suaminya (tersangka). Sekarang, kan almarhum di Purbalingga, jadi dia membutuhkan dokumen-dokumen agar dapat dikuburkan," ujar Warji di ujung sambungan telepon.

Warji kemudian membolehkan untuk mendatangi rumah keluarga korban. Istrinya kemudian mengantarkan saya ke rumah yang dimaksud.

Kami kembali melewati gang sempit. Lebarnya sekitar tiga badan orang dewasa. Bangunan rumah itu bertingkat dua dengan kombinasi kuning pucat.

BACA: Video: Detik-detik Penangkapan Pembunuh Pasutri Benhil

Seorang perempuan setinggi sekitar 160 cm keluar dari pintu rumah. Rambutnya sebahu diikat. Tak disangka wanita itu adalah istri Ahmad Zulkifli. Kami dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu untuk mewawancarai, namun dia menolak namanya disebutkan.

Beruntung kami bisa mewawancarainya karena beberapa menit lagi ia bersama keluarga akan segera berangkat ke Purbalingga untuk memakamnya jenazah suaminya.

Saat mulai berbicang, air matanya terlihat memenuhi kedua bola matanya. Bahkan ia sempat menangis saat berulang-ulang meminta maaf atas perilaku sadis suaminya terhadap keluarga Husni Zarkasih dan istrinya Zakiyah Masrur, yang tak lain adalah bosnya sendiri.

“Untuk keluarga korban untuk Pak Haji Husni dan Ibu Haji Husni saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, saya pun tidak tahu masalah apa. Saya tidak menyangka suami saya berbuat senekat itu sama keluarga Pak Haji. Keluarga Pak Haji sudah baik banget sama keluarga kita,” ujarnya dengan suaranya lirih dan mencoba menahan tangis.

BACA: Polisi Cari Brankas yang Dibuang Pembunuh Pasutri Benhil

Dia sempat bercerita, beberapa hari sebelum peristiwa itu terjadi. Tepat seminggu yang lalu, Jumat, 7 September 2017, dirinya ribut hebat dengan suaminya karena kehadiran orang ketiga di perkawinannya.

“Saya bilang, saya sudah tidak kuat. Saya minta lepas, Pah (panggilan suaminya), kamu begini terus,” tuturnya meminta Zul untuk memulangkan dirinya ke rumah orang tua di Semarang.

Sabtu malam, dia berangkat ke Semarang, Jawa Tengah. Tujuannya, dia ingin berpikir jernih dan melepaskan penat. Namun satu hari selanjutnya, dia mendapat kabar mengejutkan itu.

“Saya dapat kabar Senin sore. Saya dikabarin sama adik ipar, katanya, mbak, Bu Haji Husni dan Pak Haji Husni kerampokan dan pembunuhan. Tersangkanya, Mas Zul,” ujarnya menirukan ucapan sang adik ipar.

Ia menambahkan, seolah dirinya belum bisa percaya apa yang dilakukan oleh Zul kepada majikannya itu. Pasalnya di mata sang istri, Zul termasuk pria yang ramah dan baik. Kebaikannya tidak hanya ditujukkan pada keluarganya saja, melainkan kepada tetangga dan keluarga sendiri.

"Ya Allah, si Zul itu orangnya ramah, ngrapyak. Kalau ada anak kecil suka kasih jajan, tidak hanya keponakannya saja," katanya.

BACA: Ada Pihak Ketiga di Balik Penjualan Harta Pasutri Benhil

Selain itu, terkait keluarnya Zul dari perusahaan korban ia mengaku tidak banyak mengetahui. Dia hanya mengetahui jika bisnis konveksi Husni pindah ke Pekalongan, Jawa Tengah.

"Saya tanya, kenapa Pah pindah?, ya tidak tahu, bos pindah, masak namanya saya karyawan mau banyak tanya, gitu kata suami saya almarhum," tuturnya.

Menurutnya, Zul sudah bekerja dengan Husni sekitar 15 tahun.

"Intinya suami saya itu kalau sama keluarga itu perlu. Kalau diperluin itu ada. Bisa diandalkan. Saya bangganya di situ. Makanya, kejadian begini saya tidak habis pikir. Apakah pengaruh dari temen-temennya, apa bagaimana saya juga kurang tahu. Masalahnya kan suami saya belum diinterogasi apa-apa, suami saya sudah almarhum, udah ditembak mati," jelasnya.

"Maaf, saya harus kemas-kemas. Adik saya sudah nunggu," ucapnya.

Tewasnya Ahmad Zulkifli di tangan polisi meninggalkan dua anak dan satu orang istri.

Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah menangkap tiga pelaku perampokan dan pembunuhan Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 13 September 2017.

Ketiganya ditangkap saat asyik berfoya-foya dan karaoke di sebuah hotel di Grobogan, Jawa Tengah. Tak hanya membunuh, mereka juga membawa kabur emas, brankas, dan mobil korban.

Pada Senin 11 September 2017, mayat Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur ditemukan warga di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah. Mayat keduanya ditemukan terbungkus selimut. YH | AS

Reporter: Yenny Hardiyanti
KOMENTAR
500/500