Anak Dianiaya Suruhan Pejabat, Rajiman Tuntut Keadilan

Estimasi Baca :

Ilustrasi: Pengadilan Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi: Hukum Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Rajiman (55) terus menuntut keadilan terkait penganiayaan yang menyebabkan anaknya yang baru berumur 11 tahun menjadi cacat. Hingga kini kasus itu tak jelas penanganannya, padahal terjadi tahun 2013 lalu.

Kasus penganiayaan itu diduga dilatari sengketa lahan yang melibatkan Rajiman dan anak salah satu oknum anggota dewan di Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

"Kasusnya sudah ditangani tapi tidak tuntas, nanti akan dibantu Polda," kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang kepada wartawan di Pekanbaru, Senin, 8 Januari 2018.

Nandang menambahkan, bila perlu kasus tersebut akan ditarik ke Polda Riau untuk percepatan penanganan kasus yang sudah terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan dilaporkan sejak 2013.

Baca: Bersenggolan di Perempatan, Pemotor Dianiaya Usai Antar Istri

Kasus ini bermula saat pasangan Rajiman (55) dan Maryatun (45), serta anak kelimanya yang bernama Arazaqul (11), dianiaya oleh tiga pria pada tahun 2013.

Akibat tindak penganiayaan itu, anaknya mengalami luka dalam dengan pembekuan darah sehingga terjadi penyumbatan pada pencernaannya yang membuatnya tidak bisa makan seperti biasa dan harus menggunakan alat bantu pencernaan untuk bertahan hidup.

Foto bersama keluarga Rajiman dengan Anggota Dewan DPRD Provinsi Riau, Foto: SijoriPost

Selain ke penegak hukum, Rajiman juga sudah melapor ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas HAM hingga ke Istana Negara. Bahkan saat kedatangan Presiden Joko Widodo di Pekanbaru Minggu, 23 Juli 2017 lalu, dirinya sempat memasuki Ring 1 dan menggunakan spanduk meminta keadilan pada presiden, namun kemudian diamankan kepolisian.

Rajiman tuntut keadilan anaknya kepada Presiden Jokowi di Pekanbaru (23/07/2017) Foto: Reportase news

Rajiman dan Suroto pun sempat mendatangi DPRD Riau untuk meminta bantuan agar kasus ini segera ditangani.

"Kasus ini berawal dari tahun 2013 lalu, berawal dari sengketa lahan antara Pak Rajiman dengan oknum anggota dewan yang mengklaim lahan perkebunan sawit yang dikelola Pak Rajiman adalah milik anggota dewan itu," kata Suroto, Kuasa Hukum Rajiman kepada wartawan, Kamis, 20 Juli 2017.

Baca: Salah Bicara Saat Teman Curhat, Hamka Babak Belur Dikeroyok

Menurut Suroto, lahan yang dimaksud merupakan milik Rajiman yang sudah dikelolanya sejak lama. Sawit yang dikelolanya pun sudah banyak yang berbuah.

"Mungkin mereka tidak terima sehingga beberapa orang suruhan oknum anggota dewan itu melakukan penyiksaan dan penganiayaan fisik kepada Pak Rajiman beserta istri. Bahkan rumah mereka dibakar oleh orang suruhan itu," kata Suroto.

Tak lama berselang, orang suruhan itu datang lagi dan menyiksa anak Pak Rajiman yang berusia 11 tahun sehingga mengalami cacat di bagian perutnya.

"Kita sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Panipahan, Rohil, Polda Riau, Komnas HAM, KPAI Riau, namun belum ada tindaklanjuti dari mereka. Nah kedatangan kita ke gedung dewan ini, mudah-mudahan anggota dewan bisa membantu menyelesaikan ini," kata Suroto saat itu.

Baca: Pria Dibunuh di Papua, Belasan Anak Panah Menancap di Tubuhnya

Enam bulan berselang, perjuangan Rajiman dan kuasa hukumnya Suroto berlanjut pada Senin siang, 8 Januari 2018, saat menyambangi Mapolda Jabar untuk menemui Kapolda Riau Irjen Pol Nandang untuk membicarakan kasus ini.

Tapi ketika sudah berada di ruang tunggu yang menemui adalah Wakil Direktur Direktorat Kriminal Umum dan Kepala Sub Direktorat IV. Dalam pertemuan itu, ditanyakan lagi tentang perkaranya apa, perkembangan, dan hambatannya.

Mendengar pertanyaan itu, Suroto kecewa karena hal itu sama juga dengan ketika pertama yang dilaporkan.

Oleh karena itu, jelas kasus ini tidak ditindaklanjuti oleh penegak hukum sebelumnya. Padahal sebelumnya ada disampaikan polisi dan penyidik dulu sudah ada tersangka dua orang.

"Tidak ada tindak lanjutnya, tak ada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Tidak ada perkembangan sama sekali. Kita pesimis kalau masih dilakukan cara seperti itu, sama seperti sembilan bulan lalu," ujar Suroto.  AN

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Skandal Anak Dianiaya Suruhan Pejabat, Rajiman Tuntut Keadilan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu