Pablo Neruda Foto: flavorwire.com

Bukan Kanker, Ahli Forensik Sebut Pablo Neruda Mati Terbunuh

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Okt 2017 14:45:43 WIB

Kriminologi.id - Penyair peraih nobel asal Cile, Pablo Neruda, diberitakan bukan meninggal karena penyakit kanker, seperti yang tercatat dalam surat kematiannya. Hal tersebut diungkapkan oleh sekelompok ahli forensik internasional yang menganalisis sampel jenazahnya. 

Hasil kesimpulan penyelidikan forensik yang diumumkan pada Jumat, 20 Oktober 2017, di Santiago, Cile, itu menyatakan ada spekulasi yang memungkinkan kalau Neruda telah dibunuh.

Neruda yang pernah menjadi diplomat di Buenos Aires dan Barcelona, juga sekaligus senator dari Partai Komunis meninggal pada 23 September 1973 dalam usia 69 tahun. Kematiannya hanya berselang dua minggu setelah kudeta militer menggulingkan pemerintah sayap kiri Cile, Salvador Allende. Kanker dilaporkan sebagai penyebab kematiannya.

Baca: Ungkap Panama Papers, Jurnalis Malta Daphne Caruana Galizia Dibunuh

Namun pada 2011, mantan supir Neruda bernama Manuel Araya, pernah menegaskan dalam sebuah wawancara dengan majalah Meksiko. Araya mengatakan, kematian Neruda disebabkan oleh zat beracun yang disuntikkan ke dalam perutnya oleh dokter klinik swasta di Santiago—tempat Neruda dirawat. 

Araya mengatakan tidak menyaksikan penyuntikan itu. Tetapi, dia mengaku kalau Neruda pernah mengatakan peristiwa yang dialaminya itu kepadanya dari ranjang tempatnya berbaring. Perbincangan tersebut terjadi saat kedua pria itu bersama di ruang perawatan.

Karena pernyataan Araya, dua tahun berselang atau pada 2013, Hakim Mario Carroza memerintahkan kepada penegak hukum setempat untuk menggali kasus kematian Neruda. Salah satu bentuk upaya penyelidikannya yakni mengirimkan sampel genetika ke laboratorium forensik di Kanada dan Denmark untuk dianalisis.

Para ahli forensik yang menganalisis kematian Neruda kemudian meragukan keterangan resmi penyebab kematian penyair itu. Mereka kompak mengatakan telah menemukan bakteri yang berpotensi dapat mematikan seseorang di salah satu larutan sampel.

Baca: Trump Akan Ungkap Dokumen Pembunuhan Kennedy

Dalam surat kematiannya, Neruda dinyatakan meninggal karena kanker cachexia, sebuah penyakit kanker yang menyebabkan penuruan berat badan secara signifikan yang akhirnya berujuang dengan kematian. Namun, ahli spesialis forensik yang menganalisis penyebab kematian Neruda ramai-ramai menolak klaim tersebut. 

"Itu tidak benar," kata Dr. Niels Morling, dari departemen kedokteran forensik Universitas Kopenhagen, yang turut berpartisipasi dalam analisis tersebut. "Tidak ada indikasi cachexia. Dia seorang pria yang gemuk pada saat meninggal. Semua indikasi itu salah. Ada beberapa jenis yang menunjukkan infeksi dari fase terakhir kehidupannya."

Baca: Bos CIA Dalang Penggulingan John F. Kennedy dan Sukarno?

Meskipun demikian, penyebab kematian sebenarnya, serta asal bakteri yang ditemukan dalam tubuh Neruda itu masih belum diketahui. Menurut para ahli, bakteri mematikan itu bisa saja masuk ke dalam kerangka Neruda dari tempat pemakaman atau dari proses dekomposisi.

"Kami tidak bisa memastikan bagaimana bakteri tersebut sampai di sana," kata Debi Poinar, asisten peneliti di departemen antropologi di McMaster University di Ontario, Kanada. "Kita harus sangat berhati-hati karena ada banyak bakteri yang berasal dari tanah dan beberapa bakteri patogen. Kami memiliki beberapa indikasi bahwa itu adalah bakteri tua, bukan kontaminan modern atau laboratorium."

Setelah menyampaikan temuannya kepada Hakim Carroza, para ahli forensik itu diminta untuk terus melakukan penelitian selama setahun lagi. Tujuannya, untuk menentukan asal bakteri tersebut, sehingga bisa ditentukan apakah benar karena pembunuhan yang menjadi penyebab kematian Neruda.  TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Bobby Chandra
KOMENTAR
500/500