Garis Polisi di TKP rumah Indria, Foto: Marselinus Gual

Cerita yang Tersisa di Hari Pembunuhan Indria

Estimasi Baca:
Jumat, 8 Sep 2017 10:50:15 WIB

Kriminologi.id - Kasus pembunuhan pegawai Balai Latihan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Indria Kameswari, masih menyisakan misteri. Ia tewas ditembak suaminya, Mochamad Akbar di rumahnya di Perum River Valley, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat pagi, 1 September 2017, di saat sebagian orang merayakan Idul Adha.

Hingga kini belum jelas motif di balik aksi Akbar yang tega menghabisi nyawa istrinya itu. Daniel, petugas keamanan di River Valley menceritakan apa yang terjadi di pagi nahas itu kepada Kriminologi, Kamis, 7 September 2017.

Baca: Misteri Senjata Api Pembunuh Indria BNN

Pagi itu, Daniel bertutur, dia sedang bertugas bersama dua rekannya. Ia lalu dihubungi oleh Tri, warga setempat, yang meminta ia datang ke rumah Indria yang berjarak sekitar 600 meter dari pos tempatnya berjaga.

Saat itu Tri mengabarkan Indria tergeletak di tempat cuci baju dalam posisi telungkup. Tri juga telah memindahkan tubuh Indria ke ruang tengah. Saat itu, kata Daniel, Tri belum mengetahui kalau Indria telah mengembuskan nafas terakhirnya.

Bersama Tri dan seorang warga lainnya, Daniel memindahkan tubuh Indria ke atas kasur. Saudara perempuan Tri yang berprofesi sebagai suster mencoba memeriksa kepala Indria untuk mengetahui jika ada bekas luka yang mungkin menjadi penyebab Indria terjatuh.

Karena tak menemukan apapun yang mencurigakan, lalu tubuh Indria dibalik. Saat membalik tubuh Indria itulah warga baru sadar jika ada lubang peluru di punggung Indria.

“Mengetahui itu saya langsung menguhubungi Polres Bogor,” kisah Daniel.

Baca: Lebam di Tubuh Pembunuh Pegawai BNN Bikin Curiga

Daniel pun bercerita jika ada salah satu warga River Valley yang mengaku telah mendengar bunyi letupan. Menurut keterangan warga yang tak mau disebut namanya itu, bunyi letupan terdengar sebelum warga melakukan salat Idul Adha. 

Namun warga yang  mendengar bunyi letupan itu tak berusaha memastikan asal bunyi itu karena mengiranya sebagai petasan yang meledak.

“Dikiranya itu petasan,” kata Daniel.

Daniel juga mengatakan sempat melihat suami Indria, Mochamad Akbar pergi meninggalkan rumahnya pada hari pembunuhan Indria itu.

Ia melihat dengan jelas Akbar pergi menggunakan mobil meninggalkan River Valley dengan kecepatan yang tidak biasa.

"Kira-kira subuh sekali dia keluar menggunakan mobil Ertiga. Larinya tidak biasa (kencang)," cerita Daniel.

Daniel tak berusaha menyapa Akbar. Toh, kata Daniel, ia mengaku tak mengenal baik salah satu warganya itu.  

Meski telah menetap lebih dari satu tahun di River Valley, Akbar lebih sering tak berada di rumah. Ditambah lagi perangai Akbar yang kurang disukai sebagian warga.

“Dia suka marah-marah di sini,” ungkap Daniel.

Akbar kini telah ditahan di Polres Bogor. Setelah membunuh istrinya, ia melarikan diri melalui Bandara Halim Perdanakusumah menuju Batam, Kepulauan Riau.

Ia ditangkap di rumah kerabatnya di Tanjung Buntung, Batam, Kepulauan Riau dua hari setelah pembunuhan itu. Ia telah mengakui menembak istrinya. Namun keterangannya kepada penyidik masih berubah-ubah. RZ

Reporter: Marselinus Gual
KOMENTAR
500/500