foto: kriminologi.id/M. Adam Isnan

Kasus First Travel, Pudarnya Asa Supriantin ke Tanah Suci

Estimasi Baca:
Rabu, 30 Ags 2017 16:04:07 WIB

Kriminologi.id - Air mata mengucur deras di pipi Supriantin (53). Asa penghuni salah satu rumah kontrakan di Bekasi Timur menjalankan ibadah umroh tahun ini, gugur ditangan Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, pemilik agen perjalanan umrah First Travel.

Wanita tukang pijat dan suami penarik odong-odong, kini hanya bisa menatap nanar koper dan baju seragam yang diberikan First Travel. Kedua barang diperoleh sesaat setelah menyetor uang 14 juta lebih sebagai biaya umroh kepada agen. Uang yang ditabung hari demi hari selama 5 tahun.

"Kadang suka membayangkan, bisa berangkat pakai baju dan koper itu ke tanah suci. Sekarang kedua barang itu saya simpan, plastiknya aja gak saya buka," ujarnya lirih.

Biaya yang lebih kurang sama diserahkan 58.682 jemaah yang memiliki nasib tidak berbeda dengan Supriantin. Terbersit dilubuk hati,  harapan uang itu dapat kembali. Namun asa kian meredup seiring pemberitaan penggunaan uang itu oleh Andika dan Anniesa.

"Jual aja itu barang mewahnya, tas yang harga miliaran itu, mobilnya juga, jual aja semuanya, uangnya itu buat balikin uang kami," ujar Supriantin penuh harap.

Andika dan Anniesa menyulap pundi-pundi uang Rp 800 miliar dari hasil setoran jemaah dengan fasilitas dan barang super mewah. Untuk kenyamanan bertransportasi, pasangan ini secara bergantian duduk diatas sofa kulit Volkswagen Caravelle, Toyota Vellfire, Mitsubshi Pajero dan Toyota Furtuner.

“Ada 11 tambahan mobil yang sudah berpindah tangan atau sudah dijual. Saat ini sedang dalam penelusuran,” sebut Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak di Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.

Sepasang tersangka ini juga berkelas dalam memilih sejumlah tempat tinggal. Satu rumah bak Istana di komplek Sentul, Babakan Bogor, Jawa Barat jadi tempat prioritas melepas lelah dan penat dari kesibukan.

Untuk mempersingkat waktu menuju kantor yang berada di Jalan Rasuna Said dan TB Simatupang, mereka membeli rumah di Pasar Minggu dan mengontrak di Jalan Benda, Jakarta Selatan. Pembelian rumah yang pastinya mahal tapi strategis. Mengingat Anniesa yang hobi fashion memiliki butik di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Belum lagi Anniesa harus sesekali mengunjungi restorannya seharga 15 miliar yang berada di London Inggris. Jarak Pasar Minggu – Bandara Soekarno Hatta pastinya lebih dekat ketimbang dari wilayah Bogor.

Dalam menjalankan roda usah First Travel, wanita yang pernah tampil di New York Fashion Week mengunakan Jargon "Harga kaki lima, fasilitas bintang lima”. Tak tangung-tanggung, dua bintang iklan papan atas Syahrini dan Ria Irawan direkrut untuk “mengoda” hati masyarakat.

Anniesa mempercayakan adiknya yang saat ini juga berstatus tersangka Siti Nuraidah Hasibuan untuk mengelola uang yang masuk ke perusahaan.

Kini semua usaha dan kemewahan yang dirasakan keduanya selama kurang lebih lima tahun meredup dan sirna. Sama seperti meredupnya harapan jemaah agar uang mereka dapat kembali. Miris memang, ditemukan dana hanya sebesar Rp1,3 juta dari delapan rekening pelaku.

"Jadi mereka itu sudah tidak mampu lagi. Saldonya ada kurang lebih Rp1,3 juta. Saya belum bisa jawab aliran dana di rekening itu ke mana saja," kata Herry.

Saldo yang kecil bersanding dengan hutang pasangan itu kepada berbagai provider itu Rp 85 miliar dan Rp 9,7 miliar. Belum lagi tunggakan pembayaran kepada 3 hotel di Mekah dan Madinah.

"First Travel masih punya utang 24 miliar dan belum dibayar kepada kllien kami Diar Al Manasik Saudi Arabia sampai saat ini," celetuk kuasa hukum Diar Al Manasik, Haji Turaji, di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Agustus 2017.

Puluhan ribu jemaah juga hanya bisa meratap sedih. Bolak-balik mendatangi Bareskirm sambil menjaga asa uang kembali. Meski yang bisa didapat sampai saat ini, hanya antrian panjang mengambil paspor. 

KOMENTAR
500/500