Brittany Jane Dwyer & Robert Whitwell Foto: New York Post

Terinspirasi Tayangan Televisi, Remaja Perempuan Bunuh Kakeknya

Estimasi Baca:
Kamis, 19 Okt 2017 11:05:53 WIB

Kriminologi.id - Seorang wanita Australia bernama Brittany Jane Dwyer telah menikam kakeknya yang berusia 81 tahun di rumahnya. Sebelum akhirnya tewas, wanita berusia 20 tahun itu membiarkan kakeknya, Robert Whitwell, berlumuran darah sembari dirinya mencuci piring di dapur. Jane Dwyer mengaku melakukan aksi kejahatannya itu karena terinspirasi oleh tayangan serial televisi berjudul American Horror Story.

Dilansir dari New York Post, pembunuhan yang dilakukan Jane Dwyer terhadap kakeknya pada Agustus lalu itu motifnya soal uang. Dwyer berencana untuk menguasai tabungan milik kakeknya. Meski demikian, yang mesti disalahkan atas tindakan mengerikan itu, menurut pengacara Craig Caldicott, kuasa hukum Jane Dwyer, adalah tayangan serial televisi populer tersebut.

Baca: Ingin Beli Sabu-sabu, Tersangka Tikam Rekannya di Singaraja

Karena itu, Caldicott meminta kepada juri untuk memberikan keringanan hukuman terhadap kliennya. Apalagi, berdasarkan fakta Dwyer masih berusia 19 tahun saat melancarkan pembunuhan terhadap kakeknya.

"Aspek itu sangat mengganggu," kata Caldicott dalam sidang pra peradilan. "Sebab, serial populer ini mengeksplorasi kemampuan manusia untuk melakukan kejahatan dan terobsesi terhadap kejahatan dan pembunuhan."

Menanggapi pernyataan Caldicott, Hakim Agung Adelaide, Kevin Nicholson, mengatakan meski pelaku masih berusia 19 tahun saat melakukan pembunuhan, permintaan keringanan hukuman ini satu-satunya faktor penghinaan terhadap hukum, mengingat betapa mengerikan dan tidak berperasaannya kejahatan tersebut.

Baca: Cekcok Mulut, Satpam Tikam Juru Parkir

Menurut dokumen pengadilan yang dirilis pada Senin, 16 Oktober 2017, pada hari pembunuhan kakeknya, Jane Dwyer bersama temannya, Bernadette Burns, pergi dari rumahnya di Queensland ke Adelaide. Mereka mendatangi kediaman Robert Whitwell sekitar pukul 11 siang. Namun, Burns memilih menunggu di mobil yang terparkir di luar rumah. 

Di saat yang sama, Dwyer sedang duduk bercengkrama dengan kakeknya. Mereka melihat foto-foto dan video tentang dirinya dan saudara laki-lakinya waktu masih kanak-kanak. Tak berselang lama, Dwyer mengirim pesan teks kepada Burns. Dia mengatakan, tidak bisa meneruskan rencananya. Burns menjawab pesan itu, kalau Dwyer harus melakukannya karena mereka telah datang sejauh ini.

Saat pamit pulang, kakeknya mengantar Dwyer hingga ke pintu depan. Di saat itulah tiba-tiba Dwyer mengeluarkan pisau, lalu menikam kakeknya di bagian leher dan dada. Whitwell sempat bertanya kepada cucunya ihwal penusukan yang dilakukan terhadap dirinya. Namun, Dwyer tidak menanggapinya.

Baca: Kakek Ini Hampir Tikam Tetangganya karena Diminta Menepi

Saat Whitwell mencari perban di dapur untuk mengobati lukanya, Dwyer mengikutinya. Alih-alih membantu mencarikan perban di dapur, Dwyer justru memilih untuk mencuci piring. Sementara kakeknya yang tak mendapat pertolongan akhirnya terbaring tewas karena kehabisan darah.

Usai membunuh kakeknya, rencana mereka mencuri tabungan hidup Whitwell tak semulus yang dibayangkan. Usai menyisir rumah Whitwell, kedua wanita muda itu hanya mendapatkan uang tunai senilai U$$ 1.000. Padahal, ada tabungan Whitwell senilai $ 110 ribu. Namun, Dwyer dan Burns tak mengetahuinya karena disembunyikan Whitwell di gudangnya. 

Mayat Whitwell ditemukan tiga hari kemudian. Dwyer dan Burns telah mengaku bersalah melakukan pembunuhan tersebut. Kepada juri, saudara Dwyer, Ryan Whitwell Dwyer, meminta agar adiknya dan Burns mendapat hukuman maksimal. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500