Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

4 Perempuan Terlibat Video Porno Anak di Bandung Divonis 3 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 14:40:56 WIB

Kriminologi.id - Hakim majelis Pengadilan Negeri Bandung memvonis empat perempuan yang terlibat dalam pembuatan video porno anak, tiga tahun penjara. 

Keempat perempuan itu yakni Susanti, ibu dari anak di bawah umur inisial D, Herni ibu dari anak di bawah umur SP, dan Sri Mulyati alias Cici sebagai penghubung antara si anak di bawah umur dengan pemeran, serta Intan selaku pemeran perempuan video porno anak.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa. Untuk Intan, jaksa menuntut lima tahun. Sementara tiga lainnya sama dengan tuntutan jaksa.

Amar putusan dibacakan Ketua Hakim Majelis Sunanto dalam sidang dengan agenda putusan kasus pembuatan dan penyebaran video porno anak di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa, 27 Agustus 2018. 

"Menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun, dikurangi masa penahanan," kata Ketua Majelis Sunanto dalam amar putusannya. 

Susanto juga membeberkan, hal yang memberatkan dan meringankan keempat perempuan tersebut.

Hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa menimbulkan trauma seksual yang mendalam terhadap korban anak dan menelantarkan hak anak sehingga pantas dihukum. 

Sementara yang meringankan para terdakwa adalah karena mengakui perbuatannya, menyesali dan tidak akan mengulanginya. 

Sebelumnya, dalam berkas terpisah ketua Majelis Waspin Simbolon memvonis otak pelaku pembuat dan penyebar video porno anak M Faisal Akbar hukuman penjara selama tujuh tahun, denda Rp 250 juta, subsider kurungan enam bulan. 

Faisal terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Juga Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu keempat perempuan, bersalah sesuai Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Serta Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500