Ilustrasi vonis terhadap anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

ABK Tewas Ditusuk Hingga Usus Terburai, Pelaku Divonis 10 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Kamis, 16 Ags 2018 19:10:08 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, menghukum terdakwa Yahya Rosmana (42) selama 10 tahun penjara. Yahya dihukum karena membunuh Rasyid Prayogi yang merupakan rekan sesama anak buah kapal (ABK) di atas Kapal Motor Cahaya Buana.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain sehingga dihukum 10 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim, Dewa Made Budi Watsara di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, pada Kamis, 16 Agustus 2018.

Hakim menilai, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.Juga perbuatannya meresahkan masyarakat, pemilik kapal motor penangkap ikan dan agen kapal.

Vonis hakim terhadap terdakwa tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Dalam sidang sebelumnya Jaksa menuntut hukuman selama 13 tahun penjara dikurangi seluruhnya dengan masa penahanan terdakwa.

Mendengar vonis hakim tersebut, terdakwa menyatakan menerima putusan hakim. Demikian juga jaksa yang menyatakan menerima putusan hakim.

"Saya menerima putusan majelis hakim yang terhormat, saya mengaku bersalah dan tidak mengulangi perbuatan saya," ujar terdakwa dalam sidang.

Perbuatan terdakwa melakukan penusukan kepada korban dengan pisau yang biasa digunakan untuk membersihkan ikan hasil tangkapan terjadi karena merasa kesal dengan perbuatan korban yang memainkan tali ikan (main line) kemudian mengenai wajah terdakwa.

Terdakwa sebelumnya sudah menegur korban agar tidak melakukan hal itu. Namun korban justru tidak menggubris teguran terdakwa sehingga terjadi perkelahian antar-keduanya di atas kapal motor KM Cahaya Buana yang berlayar di Samudera Hindia sekitar pukul 03.00 WITA.

Perkelahian itu sempat dilerai rekannya Bambang Purwanti. Namun, terdakwa yang sudah naik pitam sudah mengambil pisau dan menusuk pinggang korban. Akibatnya, korban mengalami luka berdarah hingga mengakibatkan usus korban terburai.

Dalam keadaan terluka, korban langsung berlari menuju palka kapal dan terjatuh sambil memegang pinggang kirinya yang terluka. Kemudian, saat korban tersungkur itu, terdakwa kembali mendekati korban dan mengucapkan, "tidak semua orang lemah dan kamu sok jagoan, setiap ABK kamu pukuli,".

Setelah mengucapkan kata tersebut, korban sempat meminta ampun. Alih-alih membantu korban, terdakwa justru meninggalkannya yang saat itu tersungkur di atas kapal. Terdakwa kemudian pergi menjauhi korban dan membuang pisau yang digunakan untuk menusuk korban ke lubang pembuangan air hingga akhirnya jatuh ke laut.

Setelah melakukan aksi kejinya itu, terdakwa sempat meminta nakhoda kapal agar membuang korban ke tengah laut untuk menghilangkan jejak, di mana saat itu korban mengalami pendarahan hebat. Namun, nakhoda kapal tidak menggubrisnya dan mengamankan sejumlah pisau yang ada di kapal itu agar terdakwa tidak melakukan perbuatan brutal kembali.

Dalam perjalanan menuju Pelabuhan Benoa, nyawa korban sudah tidak dapat tertolong karena sudah kehabisan darah dan saat tiba diperairan teluk benoa, nakhoda menghubungi polisi yang sedang berpatroli diperairan setempat dan langsung menangkap terdakwa pada 3 Maret 2018 pukul 01.00 WITA.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500