Dok. Bimanesh dan Fredrich Yunadi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Alasan Hakim Vonis Bimanesh Lebih Ringan Ketimbang Fredrich Yunadi

Estimasi Baca:
Senin, 16 Jul 2018 13:41:29 WIB

Kriminologi.id - Terdakwa menghalangi penyidikan KPK, Bimanesh Sutardjo divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin, 17 Juli 2018. Vonis Bimanesh tak seberat bekas kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang divonis tujuh tahun penjara. 

Menurut Ketua Majelis Hakim Machfuddin, vonis terhadap Bimanesh lebih rendah dari Fredrich karena selama 32 tahun menjadi dokter, yang bersangkutan dianggap telah berjasa untuk dunia kesehatan.

"Terdakwa telah berjasa di dunia kesehatan atas pengabdiannya selama 32 tahun karena pengabdiannya itu terdakwa juga telah menerima bintang jasa dari pemerintah," kata Machfuddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Machfuddin menambahkan, pertimbangan lain yang meringankan kakek lima cucu tersebut adalah sikapnya yang sopan selama persidangan. Ia juga tak pernah terlibat kasus hukum selama mengabdi sebagai dokter.

"Kami juga mempertimbangkan hal lain yang meringankan bahwa Bimanesh bersikap sopan dan tidak pernah terlibat kasus hukum," ujar Machfuddin.

Namun hal yang memberatkan Bimanesh, kata Machfuddin adalah terdakwa telah bersama-sama dengan Fredrich menutupi kasus korupsi. Padahal saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan pemberantasan korupsi.

"Perbuatan terdakwa juga mencederai profesi dokter," ujarnya.

Dalam perkara ini majelis hakim memvonis dokter Bimanesh Sutardjo hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta atau subsidair satu bulan kurungan. Dokter penyakit dalam RS Medika Permata Hijau itu dinyatakan terbukti terlibat bersama Fredrich Yunadi merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda sejumlah Rp 150 juta dengan ketentuan apabila denda tak dibayar diganti kurungan satu bulan," ujar Hakim Mahfudin 

Menanggapi vonis tersebut, Bimanesh tidak langsung mengajukan banding. Hakim memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kepada pihaknya untuk mengajukan banding. "Kami akan pikir-pikir," kata Bimanesh. MG

KOMENTAR
500/500