Nazi, Foto: Pixabay

Anggota Neo Nazi Dibui Seumur Hidup, Lakukan Pembunuhan Selama 7 Tahun

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Jul 2018 21:05:50 WIB

Kriminologi.id - Seorang anggota gerombolan neo-Nazi Jerman bernama Beate Zschaepe dipenjara seumur hidup karena keterlibatannya dalam pembunuhan kekerasan berdalih rasial terhadap 10 orang selama tujuh tahun, Rabu, 11 Juli 2018.

Selain terlibat penembakan, pelaku juga melakukan pengeboman paku di seluruh Jerman. Zschaepe, pria berusia 43 tahun itu adalah bagian dari National Socialist Underground (NSU), yang anggotanya membunuh delapan orang Turki, seorang warga negara Yunani dan seorang wanita polisi Jerman, kata Pengadilan Tinggi Wilayah di Munich.

Putusan itu mengakhiri kejahatan-kejahatan maraton NSU yang menimbulkan pertanyaan serius tentang kegagalan polisi maupun intelijen Jerman dalam mengawasi pergerakan kelompok itu.

Hakim mengatakan, dia menanggung "rasa bersalah besar" dan memberikannya hukuman terberat pada akhir dari salah satu perkara pengadilan paling diawasi ketat dalam sejarah pasca-perang Jerman.

Zschaepe membantah mengetahui pembunuhan itu selama persidangan lima tahun. Namun, dia mengatakan kemudian bahwa dia menyesal tidak menghentikan dua anggota gerombolan itu, Uwe Boehnhardt dan Uwe Mundlos dari pembunuhan.

Orang-orang itu bunuh diri pada Tahun 2011 ketika polisi menemukan geng itu secara kebetulan. Pengadilan menolak klaimnya dan menemukan dia sepenuhnya terlibat dalam kampanye penembakan dan pemboman kelompok.

Menurut hakim, serangan itu hanya bisa dilakukan dengan bantuan Zschape, dan dia adalah kaki tangan dari "kepentingan penting". Pembunuhan itu, kata hakim memiliki "motif rasis Nazi" dan dirancang untuk menyebarkan "ketakutan dan ketidakamanan" di antara komunitas imigran.

NSU juga berharap untuk mengilhami ekstremis lain untuk melakukan serangan serupa. Pembunuhan tersebut mengguncang negara itu, yang percaya telah belajar dari masa lalunya.

Laporan pada 2014 mengatakan, polisi "meremehkan secara besar-besaran" bahaya kekerasan keji ultra-kanan dan bahwa serangkaian kesalahan memungkinkan sel tersebut tidak terlacak.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500