Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Antar Boneka Berisi Sabu 605,4 Gram, Mega Ibu Muda Divonis 10 Tahun

Estimasi Baca:
Kamis, 7 Jun 2018 20:20:48 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan hukuman atau vonis sepuluh tahun penjara kepada Putu Mega Karisma (25). Ia terbukti memiliki dan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 605,4 gram 'brutto' di dalam boneka.

Ketua Majelis Ketut Suartha menilai perbuatan Putu Mega Karisma telah melanggar Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Putu juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar, subsider empat bulan kurungan.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai maupun menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman melebihi lima gram," katanya di PN Denpasar, Kamis, 7 Juni 2018.

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Ayu Nyoman Surasmi dalam sidang sebelumnya yang menuntut hukuman selama 13 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar, subsider empat bulan.

Hal yang meringankan hukuman terdakwa karena menyesali perbuatannya, terdakwa berterus terang dalam persidangan dan belum pernah dihukum. Mendengar putusan hakim itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya PBH Pos Bantuan Hukum Peradi, Desi menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim demikian juga jaksa mengatakan hal sama tentang putusan hakim.

Dalam dakwaan terungkap, terdakwa berkenalan dengan seseorang bernama Deni (DPO) melalui telepon seluler pada 1 Januari 2018 untuk meminta pekerjaan. Singkat cerita, melalui perkenalan itu, Deni meminta bantuan terdakwa untuk mengambil baju dan boneka milik kekasih bernama Olla itu ke kos.

Terdakwa dijanjikan Deni akan diberikan uang dan boleh mengambil boneka yang lebih besar untuk diberikan kepada anak terdakwa.

Melalui petunjuk Deni, terdakwa pada 4 Januari 2018, Pukul 14.00 WITA, terdakwa diajak Deni mengambil barang-barang milik Olla di dalam kamar Kos Jalan Majapahit, Kuta, Kabupaten Badung dan membereskan baju, boneka dan selimut milik Olla untuk dimasukkan ke dalam sprei kain berwarna jingga.

Setelah merapikan barang itu, terdakwa yang kemudian keluar kamar kos Nomor 16, terdakwa ditangkap Ditresnarkoba Polda Bali yang sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat ada pengiriman barang berupa narkotika.

Kemudian petugas menggeledah terdakwa dan petugas menemukan enam paket sabu-sabu yang tersimpan di dalam boneka itu. Kepada petugas terdakwa mengaku barang haram itu milik temannya Denin dan terdakwa hanya diminta untuk mengambil di dalam kamar kos Olla.

Selanjutnya, terdakwa dan barang bukti diamankan petugas dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polda Bali. Saat dilakukan penimbangan terhadao barang haram itu, setiap satu paketnya memiliki berat yang sama yakni 100,90 gram.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500