Terdakwa kasus merintangi penyidikan dr. Bimanesh Sutardjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/07/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Bimanesh Semringah Divonis 3 Tahun: Terima Kasih, Hakim Bijaksana 

Estimasi Baca:
Senin, 16 Jul 2018 15:25:37 WIB

Kriminologi.id - Ketua Majelis Hakim Machfuddin menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada dokter spesialis penyakit dalam Bimanesh Sutardjo. Ada perbedaan wajah yang nampak dari Bimanesh Sutardjo terdakwa kasus merintangi penyidikan atau obstruction of justice bersama mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Pada sidang tuntutan dua pekan lalu, wajah Bimanesh tampak lebih tegang karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntutnya enam tahun penjara. Ternyata, keputusan hakim berbeda dengan tuntutan jaksa KPK.

Dokter Bimanesh mengucap syukur karena hakim menjatuhkan hukuman lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK.

"Iya saya mengucapkan puji syukur sama Allah SWT. Terima kasih juga untuk hakim yang sudah sangat bijaksana," ujar Bimanesh Sutardjo dengan senyuman di wajahnya.

Usai divonis ringan, sejumlah keluargan yakni istri dan anak-anaknya langsung menyambut Bimanesh dan memeluk kakek lima cucu tersebut. Pemandangan itu sempat diabadikan kerumunan pewarta di Pengadilan Tipikor.

Terkait vonis tiga tahun, ia belum memutuskan apakah akan mengambil banding atau tidak. Ia mengaku belum membicarakannya dengan penasihat hukum. 

"Tadi sudah disebutkan kalau pihak kami masih membicarakannya. Apakah akan banding atau tidak. Tapi masih dipikir-pikir dulu," ujar Bimanesh.

Saat ini, ia mengatakan, fokusnya hanya ingin dekat dengan keluarga. "Kalau sekarang momong cucu saja. Cucu saya ada lima. Makanya yang penting dekat keluarga dulu," ucap Bimanesh.

Terdakwa kasus merintangi penyidikan dr. Bimanesh Sutardjo (baju biru) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/07/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id
Terdakwa kasus merintangi penyidikan dr. Bimanesh Sutardjo (baju biru) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/07/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Sebelumnya Ketua Majelis Hakim Macfuddin menjatuhkan vonis dokter Bimanesh Sutardjo tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta atau subsider satu bulan kurungan. Dokter penyakit dalam RS Medika Permata Hijau itu dinyatakan terbukti terlibat bersama Fredrich Yunadi merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda sejumlah Rp 150 juta dengan ketentuan apabila denda tak dibayar diganti kurungan satu bulan," ujar Ketua Majelis Hakim Mahfudin, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Vonis Bimanesh tak seberat bekas kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang divonis tujuh tahun penjara. 

Menurut Ketua Majelis Hakim Machfuddin, vonis terhadap Bimanesh lebih rendah dari Fredrich karena selama 32 tahun menjadi dokter, yang bersangkutan dianggap telah berjasa untuk dunia kesehatan.

"Terdakwa telah berjasa di dunia kesehatan atas pengabdiannya selama 32 tahun karena pengabdiannya itu terdakwa juga telah menerima bintang jasa dari pemerintah," kata Machfuddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Machfuddin menambahkan, pertimbangan lain yang meringankan kakek lima cucu tersebut adalah sikapnya yang sopan selama persidangan. Ia juga tak pernah terlibat kasus hukum selama mengabdi sebagai dokter.

"Kami juga mempertimbangkan hal lain yang meringankan bahwa Bimanesh bersikap sopan dan tidak pernah terlibat kasus hukum," ujar Machfuddin.

Namun hal yang memberatkan Bimanesh, kata Machfuddin adalah terdakwa telah bersama-sama dengan Fredrich menutupi kasus korupsi. Padahal saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan pemberantasan korupsi.

"Perbuatan terdakwa juga mencederai profesi dokter," ujarnya.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500